Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Percantik Lingkungan melalui Urban Farming Stimulan RT, Warga RT 1 Berebas Tengah Tanam Cabai hingga Alpukat

Adhiel kundhara • Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:53 WIB

PERINDAH PERMUKIMAN: Warga RT 1, Kelurahan Berebas Tengah, mendapatkan tanaman dalam drum untuk memperindah Kawasan. Hasil panen nantinya bisa dimanfaaatkan warga.
PERINDAH PERMUKIMAN: Warga RT 1, Kelurahan Berebas Tengah, mendapatkan tanaman dalam drum untuk memperindah Kawasan. Hasil panen nantinya bisa dimanfaaatkan warga.
KALTIMPOST.ID, Warga RT 1, Kelurahan Berebas Tengah, Bontang, tampak peduli dengan kondisi lingkungan. Permukiman yang berada di dalam Gang Ampera dipercantik dengan tanaman dalam drum.

Ketua RT 1 Suremi mengatakan, warganya mendapatkan 12 pohon pada tahun ini. “Kami bersyukur dengan adanya tanaman dalam drum ini. Sebab lingkungan bisa menjadi lebih bersih dan indah,” ucapnya.

Tanaman yang diterima meliputi cabai, tomat, terong, alpukat dan mangga. Penempatan tanaman berada di depan rumah warga.

Termasuk di atas parit yang telah ditutup oleh kayu. Tanaman ini diterima dua pekan lalu. Khusus untuk pemeliharaan warga melakukan upaya bersama.

Pupuk ditempatkan di pos ronda supaya warga mudah untuk mengambilnya. Nantinya ketika panen warga pun bisa mengambil hasil tanaman tersebut untuk kebutuhan pribadi.

“Artinya dari urban farming ini bisa dimanfaatkan oleh warga hasilnya,” ucapnya.

Ke depan, warga RT 1 akan melanjutkan program ini. Jika stimulan untuk pengadaan serupa masih ada. Hanya untuk jenis tanaman warga akan menambah varian lain.

“Utamanya yang mudah berbuah walaupun dengan media tanam di drum,” tutur dia.

Tahun lalu, warga juga mendapatkan 32 planter bag jambu kristal. Ditambah tanaman anggur, cabai, dan sawi.

Dijelaskan dia, ini merupakan program lanjutan dari 2023. Diketahui RT 1 terdiri dari 51 kepala keluarga atau sekira 185 jiwa. (*)

 

Editor : Almasrifah
#bontang #tanaman #Ampera #pohon #urban farming