Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Amiruddin Syam mengatakan saat ini untuk pembebasan lahan resevoir terhambat. Karena ada warga yang mengklaim memiliki lahan tersebut.
“Sebelumnya hanya ada satu sekarang menjadi enam,” kata Amiruddin.
Nantinya Pemkot akan menitipkan anggaran untuk pembebasan lahan di Pengadilan Negeri Bontang. Mekanisme ini diperbolehkan oleh regulasi. Besaran pembebasan lahan pun mengacu nilai jual obyek pajak (NJOP).
“Jadi kami titipkan di sana (Pengadilan Negeri Bontang). Biar yang mengklaim itu saling berperkara,” ucapnya.
Anggaran tersebut nantinya akan diberikan kepada pemilik lahan yang sah. Sesuai dengan putusan dari pengadilan. Meskipun demikian, pemkot masih bisa melakukan pengerjaan sebelum adanya putusan. Sebab jika harus menunggu maka pembangunan bakal tertunda.
“Skemanya seperti itu. Jadi resevoir tetap kami bangun,” tutur dia.
Diketahui Pemkot hanya kebagian untuk pembebasan lahan resevoir. Lokasinya di seberang RSUD Taman Husada. Luas lahannya mencapai setengah hektare.
Diberitakan sebelumnya, uang ratusan miliar rupiah digelontorkan untuk merealisasikan pemanfaatan void atau lubang-lubang raksasa bekas galian tambang permukaan milik Indominco. Mengacu Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), ada beberapa nomenklatur yang sudah tertera.
Mulai pembangunan unit produksi SPAM regional senilai Rp 63,2 miliar, pembangunan distribusi segmen 1 sebesar Rp 26,9 miliar, segmen 2 dialokasikan Rp 10,3 miliar, segmen 3 sebesar Rp 17,5 miliar, serta segmen 4 ada Rp 11,7 miliar. Adapun jaringan dari void ke lokasi reservoir menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim.
Ditaksir, distribusi air bersih dari void baru bisa beroperasi pada 2027. Kendati beberapa pembangunan sudah mulai dikerjakan sejak tahun ini. Rinciannya mengacu draf yang dipresentasikan yakni Bontang kebagian 150 liter per detik, sedangkan Kutim hanya 50 liter per detik.
Air yang masuk ke Bontang akan diarahkan melalui jaringan induk di Bhayangkara. Kemudian manajemen akan melakukan pembagian ke beberapa titik. Mulai Bontang Barat, Utara, hingga Selatan.
Editor : Uways Alqadrie