Komisioner KPU Divisi Teknis Acis Maidy Muspa membenarkan bahwasanya delapan calon telah melakukan penyetoran laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).
“Calon langsung yang menyerahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) LHKPN-nya,” kata Acis.
Dari data yang diperoleh Kaltim Post melalui situs e-LHKPN, calon wakil wali kota nomor urut 1 Chusnul Dhihin memiliki harta terbanyak mencapai Rp 23.013.234.491. Laporan itu disetorkan pada 16 Agustus lalu.
Dari angka tersebut Rp20.020.000.000 berjenis harta tanah dan bangunan. Totalnya ada 15 tanah dan bangunan. Tersebar di beberapa daerah mulai dari Bontang, Malang, Balikpapan, dan Kutai Timur.
Sementara aset alat transportasi dan mesin berjumlah Rp1.179.000.000. Rinciannya tiga mobil dan 24 sepeda motor.
Tiga mobil tersebut berjenis Honda DG481.5RS CVT tahun 2023 senilai Rp 350.000.000. Kemudian, Honda Brio Satya 1.2 E CVT CKD tahun 2018 Rp125.000.000, dan Toyota Fortuner 2.4 VRZ 4x2 a/t tahun 2016 Rp400.000.000.
Selain itu, harta bergerak lainnya senilai Rp945.000.000. Serta kas dan setara kas berjumlah Rp869.234.491. Dalam laporan tersebut tidak ada hutang yang dimiliki oleh calon kepala daerah tersebut.
Diketahui, Chusnul Dhihin merupakan pengusaha kuliner di Bontang. Ia berpasangan dengan Basri Rase dengan nomor urut pertama.
Sementara itu, pasangannya Basri Rase yang berstatus petahana memiliki harta kekayaan mencapai Rp4.964.104.299.
Angka ini dilaporkan pada 31 Desember 2023 saat menjabat Wali Kota Bontang. Dibandingkan laporan tahun sebelumnya, terjadi kenaikan harta kekayaan.
Sebab pada pelaporan di akhir 2022 tercatat Rp4.231.822.916. Artinya peningkatannya yakni Rp732.281.383.
Harta berupa tanah dan bangunan berjumlah Rp3.022.000.000. Terdiri dari 12 tanah dan bangunan yang terletak di Bontang, Bone, dan Makassar.
Adapun untuk kendaraan dan mesin senilai Rp100.000.000. Berupa satu unit mobil Toyota Hardtop tahun 1981. Harta bergerak lainnya senilai Rp20 juta dan kas atau setara kas berjumlah Rp1.822.104.299. (*)
Editor : Almasrifah