Kekayaan Sutomo Jabir dan Nasrullah: Paslon 02 di Pilkada Bontang, Tercatat Miliki Utang Rp 1,7 Miliar

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Rabu, 23 Oktober 2024 | 16:31 WIB

Sutomo Jabir dan Nasrullah, pasangan nomor urut 2 di Pilkada Bontang yamg memiliki harta Rp 1.7 miliar.
Sutomo Jabir dan Nasrullah, pasangan nomor urut 2 di Pilkada Bontang yamg memiliki harta Rp 1.7 miliar.
KALTIMPOST.ID, Pasangan calon Sutomo Jabir dan Nasrullah diusung oleh PKB dan Demokrat pada Pilkada Bontang kali ini. Raihan lima kursi dari dua parpol itu cukup mengantarkan mereka ke kontestasi pilkada. Sesuai dengan ketentuan terkait dengan pengusungan calon kepala daerah.

Sutomo Jabir yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Kaltim ini, berdasarkan e-LHKPN, memiliki harta kekayaan senilai Rp700.200.000. Laporan ini diunggah pada 31 Desember tahun lalu.

Dari angka tersebut aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp1.850.000.000. Terdiri dari dua unit tanah dan bangunan yang terletak di Samarinda.

Nilai aset transportasi dan mesin yakni Rp384.000.000. Berupa satu unit Mitsubishi Pajero Sport Tahun 2016. Adapun harta kekayaan bergerak senilai Rp41.200.000. Nilai kas dan setara kas yaitu Rp200.000.000.

Sesuai e-LHKPN, calon wali kota ini memiliki hutang senilai Rp1.775.000.000. Total harta kekayaan ini mengalami penyusutan dibandingkan laporan tahun 2022.

Kala itu harta kekayaan bersangkutan menembus Rp4.156.493.721. Aset yang berkurang ialah tanah dan bangunan seluas 547 meter persegi di Samarinda. Nilainya mencapai Rp5,5 miliar. Namun di laporan terbaru aset tersebut tidak tercantum lagi.

Sementara pasangannya yakni Nasrullah memiliki harta mencapai Rp1.022.500.000. Laporan ini disetorkan pada 29 Agustus.

Nilai tersebut berupa satu aset tanah dan bangunan di Bontang dengan luas 200/72 meter persegi. Calon Wakil Wali Kota ini juga memiliki satu unit sepeda motor Nonda D1B02N13L2 A/T Tahun 2018 senilai Rp 6 juta.

Nilai harta bergerak lainnya yakni Rp1,5 juta dan kas atau setara kas berjumlah Rp15 juta. Diketahui Nasrullah sebelumnya menjadi tenaga pengajar di salah satu SMK di Bontang.

Saat maju pada kontestasi pilkada ini, bersangkutan memilih mundur dari statusnya yakni pegawai negeri sipil (PNS). (*)

 

Editor : Almasrifah
paslon Sutomo Jabir dan Nasrullah pilkada bontang kekayaan