KALTIMPOST.ID, BONTANG - Neni Moerniaeni-Agus Haris memiliki 17 program di 100 hari di masa kepemimpinan mereka. Salah satunya Tengok Tetangga.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, program ini memiliki tujuan kepedulian kesehatan terhadap warga.
Baca Juga: Penurapan Sungai di Bontang Capai 50,45 Persen, Bakal Meningkat di Tahun Ini
Neni menegaskan, di kepemimpinannya insentif untuk ketua RT bakal dinaikkan. Pada saat kampanye sebelumnya Neni menjanjikan untuk ketua RT akan diberikan insentif senilai Rp 2,25 juta.
Kemudian sekretaris dan bendahara RT masing-masing Rp 1,25 juta. Sebelumnya untuk ketua RT hanya mendapatkan Rp 1,2 juta.
“Jadi, nanti ketua RT akan memerhatikan kondisi warganya. Dengan Tengok Tetangga ini maka stunting juga bisa ditekan,” kata Neni.
Khusus untuk target penurunan angka stunting, tiap hunian ibu hamil akan ditempel stiker. Sebelum melahirkan, petugas akan melakukan penjemputan. Ia pun menargetkan untuk tiga tahun berturut-turut tanpa ada kasus kematian ibu hamil. “Jika durasi itu zero kematian ibu hami maka ada perhatian dari internasional” ucapnya.
Baca Juga: Genjot PAD, Pembangunan Laboratorium Lingkungan di Bontang Dikucur Rp 9,5 Miliar
Selain itu, ketua RT dan kader kesehatan juga wajib melakukan pendataan pasangan yang hendak menikah. Tiga bulan sebelumnya harus dipantau kesehatannya. Jika pasangan tersebut mengalami anemia maka segera diberikan vitamin.
“Tujuannya ketika hamil tidak terkena stunting. Termasuk bahaya gizi buruk saat kehamilan,” tutur dia.
Program ini menurut Neni juga bisa digunakan pemetaan pengguna narkoba. Saat ini, khusus pengguna narkoba dilakukan rehabilitasi. BNN juga meminta kepada pemkot untuk membangun rumah sakit bagi pengguna narkoba. (*)
Editor : Ery Supriyadi