Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DED Gedung C RSUD Taman Husada Bontang Diselesaikan Tahun Ini, Pemkot Buatkan Akses Jalan bagi Warga

Adhiel kundhara • Selasa, 18 Maret 2025 | 09:49 WIB

Rencana pembangunan gedung C RSUD Taman Husada belum diketahui mulainya sebab saat ini masih fokus penyelesaian detail engineering design (DED).
Rencana pembangunan gedung C RSUD Taman Husada belum diketahui mulainya sebab saat ini masih fokus penyelesaian detail engineering design (DED).

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Rencana pembangunan gedung C RSUD Taman Husada terus dikejar sesuai dengan alur tahapan.

Tahun ini, ditargetkan untuk penyelesaian detail engineering design (DED). Hal itu dibenarkan oleh Dirut RSUD Taman Husada dr Suhardi. “Saat ini on progres. Target DED rampung tahun ini,” kata dr Suhardi.

Baca Juga: Mat Solar Meninggal Dunia, Aktor Utama Sinetron Bajaj Bajuri dan Tukang Bubur Naik Haji

Ia menjelaskan tahun lalu masih dalam kajian feasibility study (FS). Ia pun tidak membeberkan berapa anggaran yang dikucurkan untuk perencanaan pembangunan ini. Namun dipastikan sumbernya dari APBD Bontang. “Kalau dari BLUD tidak kuat sehingga (perlu) APBD,” ucapnya.

Berdasarkan hasil FS, terdapat rekomendasi untuk penambahan gedung C RSUD Taman Husada. Rencana lokasinya di bagian samping gedung Bengkirai. Upaya penambahan gedung ini sudah santer terdengar apalagi pemkot juga membuat akses baru bagi warga Kampung Gotong Royong.

Pasalnya, selama ini warga di area tersebut menggunakan akses di pintu gerbang keluar RSUD Taman Husada. Pergeseran ini dikarenakan lahan yang selama ini dijadikan jalur mobilisasi akan dipakai untuk pembangunan gedung baru.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Borong Dagangan, Pedagang Kuliner Wisata Belanja Islamic Centre Samarinda Ketiban Berkah

“Nantinya dari DED akan diketahui konsep bangunan secara pasti dan berapa kebutuhan anggarannya,” tutur dia.

Faktor penambahan gedung ini lantaran ada pelayanan yang berkembang. Sebelumnya layanan onkologi, kemoterapi, hingga bedah saraf sudah dibuka. Kondisi ini membuat jumlah pasien rawat inap potensi mengalami pertambahan.

Nantinya gedung utama tetap akan dipakai untuk rawat inap dan pemeriksaan penunjang. Sementara gedung C akan diperuntukkan tambahan pelayanan rawat inap, tambahan ruang operasi, dan intensif care.

Sesuai Permenkes, diatur bahwa jumlah tempat tidur rawat inap 10 persen ada fasilitas insentif care. Baik itu ruang intensive care unit (ICU), pediatric intensive care unit (PICU), neonatal intensive care unit (NICU), hingga intensive cardiology care unit (ICCU).

“Saat ini jumlah intensif care sudah sesuai proporsinya dengan tempat tidur. Tetapi kalau nanti ada gedung baru untuk rawat inap. Pastinya jumlahnya butuh tambahan,” terangnya.

Baca Juga: Tidak di Lokasi Lama, Kantor Kelurahan Berbas Pantai Bakal Dibangun dengan Konsep Tak Biasa

Apalagi saat ini untuk tindakan operasi yang terjadwal mengantre. Sebab operasi sifatnya emergency selalu tinggi. Sehingga dengan gedung baru nanti ada pemisahan peruntukkan.

Gedung lama untuk operasi darurat karena satu bangunan dengan instalasi gawat darurat. “Sementara untuk operasi terjadwal di gedung baru,” sebutnya.

Berdasarkan taksiran, jumlah tempat tidur rawat inap di ruang baru mencapai 200 unit. Sehingga total RSUD Taman Husada akan memiliki 400 tempat tidur pasien rawat inap. Saat ini pasien dari Kutim juga kerap dirujuk ke rumah sakit pelat merah ini. Lantaran fasilitas medis yang sudah mulai lengkap.

Baca Juga: Hasil Audit Inspektorat, Ini Nilai Potensi Kerugian Negara di PT LBB

Adapun gedung utama dulu desainnya ialah untuk rumah sakit tipe C. Sehingga perlu ada penambahan untuk gedung baru mencapai delapan lantai. Menurutnya setelah 20 tahun perkembangannya luar biasa.(*)

Editor : Ery Supriyadi
#gedung baru #RS Taman Husada #pemkot bontang