Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ada 2.478 Jiwa Masuk Kategori Miskin, Kelurahan Bontang Lestari Proses Perekapan Data Warga

Adhiel kundhara • Senin, 28 April 2025 | 17:50 WIB
KUMPULKAN RT: Kelurahan Bontang Lestari memberikan penjelasan terkait pendataan warga miskin yang dilakukan dengan skema door to door. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
KUMPULKAN RT: Kelurahan Bontang Lestari memberikan penjelasan terkait pendataan warga miskin yang dilakukan dengan skema door to door. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Kelurahan Bontang Lestari telah melakukan pendataan terhadap warga miskin. Skema itu dilakukan oleh pengurus RT beberapa hari lalu.

Lurah Bontang Lestari Muhammad Akbar Aditya mengatakan saat ini kelurahan dalam proses perekapan data. “Data dari RT kami rekapitulasi. Targetnya pekan ini sudah rampung,” kata Aditya.

Ia menjelaskan memang ada usulan baru terkait warga miskin dari pengurus RT. Nantinya data yang sudah masuk menjadi dasar untuk proses selanjutnya.

Berupa validasi lapangan dengan menggandeng Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, pengurus RT, serta kelurahan. “Terkait ini masih menunggu petunjuk lebih lanjut di tingkat kota,” ucapnya.

Diketahui Bontang Lestari terdapat 19 RT. Sebagian besar wilayah itu masuk kawasan pesisir. Mengacu data terpadu kesejahteraan sosial sebelumnya, terdapat 1.007 kepala keluarga masuk kategori penyandang sosial.

“Jumlahnya ada 2.478 jiwa. Jumlah itu bisa berubah bergantung data yang dilakukan oleh pengurus RT belakangan,” tutur dia.

Sebelum pendataan, kelurahan juga telah memanggil pengurus RT. Tujuannya untuk menyosialisasikan regulasi terkait fakir miskin.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Bontang nomor 100.3.3.3/410/DSPM/2024, 13 kriteria fakir miskin harus dipenuhi minimal enam.

Kriteria tersebut meliputi kepala keluarga tidak bekerja, pernah khawatir tidak makan dalam setahun terakhir, tidak ada pengeluaran untuk pakaian selama satu tahun terakhir, tempat tinggal sebagian besar berlantai tanah atau plesteran.

Kemudian tempat tinggal sebagian besar ber dinding bambu, kawat papan kayu, terpal, kardus, tembok tanpa diplester, rumbia, atau seng.

Tidak memiliki jaminan sendiri, sumber penerangan berasal dari listrik dengan daya 450 volt ampere, dan tidak memiliki fasilitas air minum.

Bahan bakar untuk memasak sehari-hari menggunakan kayu bakar atau tabun gas bersubsidi, tidak mampu mengonsumsi daging, susu, ayam satu kali sepekan.

Termasuk hanya mampu makan sebanyak paling sedikit satu kali dalam sehari. Terakhir tidak memiliki tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai paling tinggi Rp 6 juta. (rd)

Editor : Romdani.
#Bontang Lestari #Kutai Barat #warga miskin #video viral