KALTIMPOST.ID, BONTANG - PT Laut Bontang Bersinar (LBB) selaku operator pelabuhan memastikan dua rencana induk pelabuhan masih dalam proses. Meliputi Pelabuhan Loktuan direncanakan untuk pelabuhan bongkar muat dan Pelabuhan Tanjung Laut Indah untuk melayani penumpang.
Manajer Operasional PT LBB Jackthin Pamasi mengatakan meski demikian untuk peruntukan penggunaan Pelabuhan Tanjung Laut Indah sudah mendapat lampu hijau. “Kami akan mulai operasionalkan mulai semester kedua tahun ini,” kata pria yang akrab disapa Jack ini.
Nantinya pasca operasional akan dijaring data. Mengenai apa yang bisa dikembangkan dalam pelayanan di pelabuhan tersebut. Data kemudian akan dibawa ke Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas II Bontang. “Tujuannya untuk meminta fasilitas penunjang,” ucapnya.
Menurutnya jika tidak memiliki data untuk rencana pengembangan pelabuhan akan sulit. Pada tahap awal lima kapal kayu maupun crewboat untuk kapal pengangkut pekerja akan dilayani di Pelabuhan Tanjung laut Indah. Sementara waktu kapal Pelni masih akan sandar di Pelabuhan Loktuan.
“Kalau kapal Pelni tidak mungkin tahun ini operasionalnya di Pelabuhan Tanjung Laut Indah,” tutur dia.
Dengan pembagian peruntukan pelabuhan ini diharapkan dapat mendulang pendapatan asli daerah (PAD) lebih banyak. Selama ini untuk satu pelabuhan, PT LBB hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp700 juta tiap bulannya.
“Termasuk untuk retribusi parkir nantinya di Pelabuhan Tanjung Laut Indah bisa kami tarik,” terangnya.
Saat ini Pelabuhan Loktuan juga melayani proses bongkar muat bahan peledak milik salah satu perusahaan. Ketika ada kapal penumpang hendak sandar maka proses bongkar-muat terhenti sementara.
Diketahui PT LBB saat ini dalam fase perbaikan manajemen. Keuntungan pun sudah didapatkan pasca pergantian posisi dirut. Meskipun belum banyak jumlahnya dikarenakan sebelumnya terdapat tunggakan pembayaran gaji, THR karyawan, hingga pajak. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo