BONTANG - Dinas Kesehatan merilis angka kasus demam berdarah dengue (DBD) yakni 25 pada Mei lalu. Penanggung Jawab DBD Diskes Siti Rahimah mengatakan terdapat sembilan kelurahan yang memiliki kasus gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Artinya minus Belimbing, Guntung, Bontang Lestari, Satimpo, Gunung Elai, dan Kanaan.
“Ini menjadi perhatian mengingat Bontang merupakan daerah endemis DBD,” kata Imah.
Adapun kasus yang tertinggi terjadi di Kelurahan Berbas Pantai dan Bontang Kuala. Masing-masing terdapat lima kasus DBD. Khusus untuk Berbas Pantai kasus terjadi di RT 3, 12, dan 13. Di tambah RT 11 sebanyak dua kasus. Sementara untuk di Bontang Kuala di RT 12, 16, dan 20. Bahkan di RT 20 terdapat tiga kasus gigitan nyamuk.
“Berdasarkan tren lima tahun belakangan pada Juli dan Agustus memang terjadi kenaikan kasus DBD. Masyarakat harus waspada terkait ini,” ucapnya.
Diskes meminta untuk tempat penampungan air milik warga harus tetap diperhatikan. Jangan sampai dibiarkan dan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. “Karena nyamuk ini suka dengan air yang bersih,” tutur dia.
Selain itu, lingkungan juga harus dijaga kebersihannya. Sampah plastik dan botol jangan dibiarkan supaya tidak menampung air sebagai sarana perkembangbiakan nyamuk. Warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan air, menaruhkan bubuk abate di bak mandi, hingga memperhatikan tempat penampungan air. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum.
Upaya pengasapan bukanlah menjadi jurus ampuh. Pasalnya fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik tetap bisa berkembang biak meski dilakukan langkah tersebut. Melalui gerakan 3M plus ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan air.
“Khusus untuk area yang terdapat kasus dilakukan pengasapan fokus,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan