KALTIMPOST.ID, BONTANG - Sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMP masuk hari keempat atau terakhir di tahap pertama. Hasilnya tidak seluruh kuota jalur domisili terpenuhi.
Mengingat ketentuan jalur ini diperuntukkan bagi pendaftar yang memiliki jarak domisili dengan lokasi sekolah maksimal 400 meter.
Berdasarkan pantauan di situs SPMB Bontang, terdapat sisa kuota jalur domisili sebanyak 307. Dari delapan sekolah yang melaksanakan SPMB secara online, hanya SMP 8 kuota domisilinya terpenuhi.
“Sisanya masih ada hingga batas waktu pendaftaran,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Saparuddin.
Sisa terbanyak menyasar SMP 5. Sekolah yang berlokasi di Jalan Pupuk Raya, Kelurahan Belimbing ini memiliki kuota sisa 70. Angka tersebut seluruhnya berasal dari jalur domisili dengan kuota 86. Artinya hanya terdapat 16 pendaftar.
Pasalnya untuk jalur afirmasi gakin dan anak guru tenaga kependidikan (GTK) telah terpenuhi. “Disusul SMP 1 dan yakni 68 kuota,” ucapnya.
Jika mengacu topografi wilayah, SMP 5 berada di lokasi bukan padat permukiman. Memang terdapat perumahan di depan sekolah. Namun sebagian besar mereka menyekolahkan putra-putrinya di satuan pendidikan milik perusahaan.
Adapun jumlah pendaftar terbanyak di SMP 2. Totalnya mencapai 98 untuk jalur domisili. Meski berdekatan dengan SMP 7, namun wilayah sekolah masuk kawasan padat permukiman. SMP 2 memiliki kuota 112 untuk jalur domisili. Sementara SMP 7 dari 56 kuota terisi 38. Artinya hanya tersisa 17.
“Kami akan mengumumkan untuk SPMB tahap pertama ini esok hari melalui situs,” tutur dia.
Nantinya sisa kuota dari jalur domisili, afirmasi gakin, dan afirmasi GTK akan dialihkan ke jalur prestasi akademik. Pendaftar bisa memilih tiga sekolah pilihan. Urutannya mengacu nilai ujian sekolah. Jika tergeser di pilihan pertama maka sistem akan mengarahkan langsung ke pilihan berikutnya.
Diketahui, total pendaftar hingga hari terakhir mencapai 582. Jumlah ini tidak termasuk mereka yang tersisih di jalur domisili maupun afirmasi gakin. Karena pilihan sekolah hanya satu. Sementara kuota untuk tahap pertama yang dibuka yakni 894. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo