KALTIMPOST.ID, BONTANG- Anggota Komisi B DPRD Bontang Faisal meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk segera mengeluarkan surat edaran. Terkait larangan pemaksaan orangtua siswa membeli seragam sekolah. Pasalnya Pemkot Bontang saat ini sedang dalam produksi untuk paket perlengkapan sekolah gratis.
“Sekolah jangan sampai memaksa orangtua untuk segera beli seragam. Karena ada program pemkot. Jika itu dilakukan maka mubazir,” kata Faisal. Alangkah lebih baik untuk seragam sekolah menunggu proses pendistribusian nantinya. Alhasil uang masyarakat yang diproyeksikan untuk keperluan itu digunakan untuk hal lainnya.
Bahkan, Politikus NasDem ini mengusulkan kepada Disdikbud agar menggunakan seragam dari jenjang sebelumnya untuk dipakai di awal tahun ajaran baru. Jika tidak memungkinkan maka menggunakan baju batik untuk proses kegiatan belajar-mengajar. Sembari menunggu proses paket perlengkapan sekolah terdistribusi.
“Pakai seragam yang rapi aja. Karena untuk seragam nasional itu sudah disiapkan pemkot,” ucapnya. Menurutnya pihaknya telah mendapatkan keluhan dari masyarakat. Mengingat paket perlengkapan sekolah gratis ditargetkan baru rampung pada awal Agustus. Sementaa kegiatan awal tahun ajaran baru diproyeksi mulai pertengahan Juli.
Baca Juga: Dipaksa Beli Seragam Sekolah, Orangtua Siswa Diminta Melapor ke Disdikbud Bontang
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran kepada sekolah jenjang SD dan SMP. Isi surat edaran tersebut mengimbau kepada sekolah untuk tidak memaksa murid baru membeli seragam sekolah nasional.
Baik itu seragam putih-merah untuk SD maupun putih-biru untuk SMP. Pasalnya saat ini program bantaun seragam gratis dalam pengerjaan. Plt Kepala Disdikbud Saparuddin mengatakan filosofi dari program ini ialah meringankan beban orangtua. “Jadi kami pesan orangtua jangan beli dulu ketika memasuki awal tahun ajaran baru,” kata Saparuddin.
Bagi sekolah yang melakukan pemaksaan untuk pembelian seragam maka orangtua bisa melaporkannya ke Disdikbud. Menurutnya saat ini pasokan kain untuk seragam sekolah telah didatangkan dari luar Kalimantan. “Penyedia melakukan penyortiran. Ini baru 10 ribu meter yang datang. Nantinya dibutuhkan 35 ribu meter untuk atasan dan 40 ribu meter bawahan,” ucapnya.
Khusus sepatu untuk jenjang SD dikucurkan Rp 4,6 miliar dan SMP Rp2,2 miliar. Sementara untuk tas sekolah untuk jenjang SD diplotkan anggaran senilai Rp 3,4 miliar dan SMP 1,6 miliar. Terakhir yakni seragam sekolah untuk SD pagu anggarannya mencapai Rp 7 miliar dan SMP 3,8 miliar. (*)
Editor : Muhammad Rizki