KALTIMPOST.ID, BONTANG–Pemkot Bontang mulai menimbang berbagai opsi untuk penggunaan lahan rumah jabatan (rujab) wali kota dan wakil wali kota.
Dua rumah dinas tersebut rencananya akan dibongkar. Sebagai gantinya, akan dibangun kembali di Bontang Lestari.
Lahan lama rencananya dibangun ruang terbuka hijau (RTH). Hal itu agar menambah daerah resapan air. Sehingga mengurangi dampak banjir.
Namun, ada opsi lain mencuat. Lahan di Jalan Awang Long, Bontang Utara, akan diubah menjadi hotel berbintang.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (AH) menyebut bahwa saat ini dilakukan kajian apakah rencana itu bisa dijalankan atau tidak.
Pemkot, kata AH, tengah menimbang kemampuan keuangan daerah. Termasuk dampak sosial dan ekonomi, serta tata ruang. Dia tidak ingin rencana ini terkesan dipaksakan.
"Jangan sampai membebani APBD. Itu sesuai dengan instruksi yang diberikan Bunda Neni (Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni)," kata AH. Jika terwujud, pembangunan dilakukan pada 2027.
Selain hotel, di sana juga dibangun kolam renang dan sejumlah fasilitas penunjang. "Tapi sampai saat ini memang belum ada dokumen perencanaannya," tuturnya. (*)
Editor : Dwi Restu A