KALTIMPOST.ID, BONTANG - Permasalahan adanya pembelian seragam identitas sekolah dan lembar kerja siswa (LKS) di tahun ajaran baru menjadi perhatian legislator. Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Saeful Rizal memberikan saran kepada eksekutif untuk mengubah pola dari sebelumnya.
Menurutnya jika sebelumnya terdapat masalah di lapangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kemudian mencari solusi. Padahal penerimaan murid baru ini terjadi saban tahunnya.
“Harusnya ini diubah apalagi sudah ada keputusan bahwa tidak boleh menjual seragam dan LKS di lingkup sekolah,” kata Saeful.
Ke depan, Disdikbud harus mengeluarkan surat edaran pada Maret atau April. Surat edaran ini dalam rangka untuk mengingatkan sekolah untuk tidak menjual seragam dan LKS. “Perlu diingatkan tiap sekolah supaya tidak terjadi lagi,” ucapnya.
Selain itu, sehubungan dengan seragam identitas sekolah, Disdikbud pun juga harus memberi solusi. Pasalnya seperti seragam olahraga tentu dibutuhkan oleh pelajar saat mata pelajaran tersebut berlangsung. Pun demikian dengan atribut sekolah.
“Harus ada solusi. Bisa dengan sekolah memberikan spek yang sesuai kemudian nantinya KBP jalan bisa digunakan untuk membelinya,” tutur dia.
Politikus PKS ini beranggapan terkait seragam dan LKS ini menjadi masalah klasik tiap tahunnya. Saat ini Pemkot Bontang sudah memprogramkan terkait pengadaan seragam nasional.
Sementara Kepala SMP 1 Riyanto menuturkan seluruh sekolah sudah mendapatkan teguran dari Disdikbud pada 23 Juli lalu terkait penjualan seragam. Pada intinya sekolah saat ini dilarang melakukan aktivitas tersebut.
“Tetapi tolong dicarikan solusi untuk seragam yang sifatnya identitas sekolah,” terangnya.
Mengenai tahun ini, pihak koperasi sudah melakukan pemesanan sejak Februari. Alhasil penjualan pun sempat dilakukan untuk seragam bimbingan mental, batik sekolah, dan olahraga. Tetapi pasca putusan itu penjualan sudah dihentikan.
“Kami sudah setop sejak 23 Juli lalu. Kalau LKS kami tidak jual karena pakai buku paket,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo