KALTIMPOST.ID, BONTANG- Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang, Surya Dwi Saputra, mengumumkan pelaksanaan program Makanan Bergizi (MBG) yang akan dimulai pada 8 September 2025. Tepatnya di dua dapur yaitu Halal Square dan HOP VI. Program ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi bagi siswa di sejumlah sekolah di wilayah Bontang.
Menurutnya, pada tahap awal peluncuran, sekitar 1.500 porsi makanan bergizi akan didistribusikan dari dapur Halal Square. Jumlah ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 3.000 porsi dalam dua bulan ke depan. Target penerima manfaat mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA.
"Untuk Halal Square, kami telah mendata sekolah-sekolah seperti SMK Regomasi, SMP dan SMK Monamas, serta sekolah di lingkungan Hidayatullah dari PAUD hingga SMA," kata Surya. Selain itu, dapur di Halal Square juga berencana memperluas cakupan sekolah penerima manfaat, dengan menambah sekolah-sekolah lain di wilayah sekitar. Seperti SD 003 Bontang Utara, SD 008 Bontang Utara, dan SD 002 Bontang Selatan.
Baca Juga: Dapur Bontang Utara II MBG Ditarget Beroperasional Awal Bulan, Lima Sekolah Bakal Disasar
Sementara di dapur HOP 6, penerima manfaat awal diperkirakan sebanyak 1.988 porsi, mencakup TK Islam Al-Falah, TK Alam Baiturrahman, TK Bethlehem, SD Bethlehem, SDN 010 Bontang Utara, SMP Bethlehem, dan SMA 2.
"Jumlah porsinya 1.988," ucapnya. Ia menambahkan, pendataan dan koordinasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat sudah dilakukan secara menyeluruh dan terorganisir. Daftar sekolah yang akan menerima MBG telah lengkap dan siap dieksekusi sesuai jadwal.
"Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi anak-anak sekolah di Bontang secara bertahap dan berkelanjutan," tutur dia. Hingga saat ini tiga dapur telah melayani MBG di Bontang. Berupa dapur Bontang Barat I, Bontang Utara I, dan Bontang Utara II. Tiap dapur pun memberdayakan 47 pekerja berasal dari lokasi sekitar.
MBG ini memiliki empat tujuan. Mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kemiskinan. Ditargetkan tiap dapur akan menjangkau 3.000 penerima manfaat. (*)
Editor : Muhammad Rizki