KALTIMPOST.ID, BONTANG- Salat Subuh di Musholla Al Khoirot, Perumahan Seraton, Kelurahan Bontang Baru pada Minggu (31/8/2025) dihadiri oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Kehadirannya dalam rangka memberi dukungan gerakan bersih rumah ibadah.
Dalam sambutannya ia menekankan bahwa sholat Subuh berjamaah tidak hanya sebatas ibadah rutin, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. “Subuh itu perjalanan hati. Melalui sholat Subuh berjamaah, kita bisa berdialog, berinteraksi, dan bersama-sama membangun Kota Bontang,” kata Neni.
Ia memaparkan sejumlah program unggulan Pemkot Bontang. Di antaranya adalah peningkatan insentif bagi penggiat agama dan guru swasta, serta penyediaan beasiswa melalui APBD Perubahan untuk mahasiswa, terutama yang menempuh pendidikan di empat perguruan tinggi di Bontang. Selain itu, Neni juga mengumumkan realisasi jaringan gas rumah tangga (jargas) sebanyak 10.550 sambungan pada 2025.
Baca Juga: Terdampak Efisiensi, Perumda Tirta Taman Usulkan Tambahan Dua Sumur Tahun Depan
Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat karena lebih murah dibandingkan gas elpiji tabung. Ia turut mengingatkan pentingnya keteladanan aparatur pemerintah. Ia menekankan agar ASN berhati-hati dalam berucap, tidak memamerkan harta, dan menjaga integritas administrasi agar terhindar dari persoalan hukum.
Pada aspek kesehatan, Neni meminta Dinas Kesehatan lebih serius dalam penanganan stunting, memperluas cakupan imunisasi, dan memperkuat program makanan bergizi gratis bagi anak-anak Bontang. Sebagai bentuk kepedulian, Neni menyerahkan donasi pribadi sebesar Rp2 juta untuk Musholla Al Khoirot. “Semoga ini menjadi motivasi agar kita semua semakin gemar bersedekah dan menjadikan Bontang sebagai kota penuh keberkahan,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan dialog rembuk warga, di mana masyarakat berkesempatan menyampaikan aspirasi dan masukan langsung kepada Wali Kota. Forum ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi pemerintah dengan warganya demi kemajuan Bontang.
Acara ini diikuti para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, Ketua RT, serta masyarakat setempat. (*)