KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) terus menggenjot pembangunan infrastruktur saluran drainase di Jalan HM Ardans.
Hingga saat ini, realisasi fisik proyek jalan yang didanai Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencapai 59,24 persen. Dari rencana 44,01 persen, dengan deviasi positif sebesar 15,22 persen.
Hal ini disampaikan oleh Fungsional Pembangunan Sumber Daya Air PUPRK Bontang, Bambang Permadi. “Kita fokus tuntaskan dulu pekerjaan mayor hingga ke perempatan Jalan Imam Bonjol. Setelah itu, baru dilanjutkan ke segmen lainnya,” ungkap Bambang.
Bambang menjelaskan bahwa proyek saluran drainase ini terbagi dalam empat segmen. Melputi Jalan Ulin, Kamboja, HM Ardans, dan Gang Ardans 3.
Dari keempat segmen tersebut, dua di antaranya Jalan Ulin dan Jalan Kamboja telah rampung 100 persen. Sementara dua segmen lainnya, yaitu Jalan Ardans dan Gang Ardans 3, masih dalam tahap pengerjaan.
“Segmen Jalan Ardans 3 belum dikerjakan karena kami masih fokus pada pekerjaan mayor,” ucapnya. Proyek ini didanai oleh Bankeu Pemprov Kaltim dengan total anggaran sebesar Rp20,6 miliar.
Menurut Bambang, pihaknya juga telah menganggarkan dana lanjutan untuk pembangunan parit di sisi seberang pada tahun depan, dengan nilai kurang lebih setara, yakni sekitar Rp24 miliar.
Proyek lanjutan ini mencakup pembangunan dari arah pom bensin ke depan hingga dekat TPU (Tempat Pemakaman Umum), khususnya di sisi kanan Jalan Kamboja. “Nanti akan kita buat crossing di tengah jalan untuk saluran air,” tutur dia.
Terkait isu penggunaan tenaga kerja, Bambang mengakui bahwa saat ini komposisinya adalah 70 persen dari luar daerah dan hanya 30 persen berasal dari Bontang. Bertolak belakang dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.
“Sejak awal, kami sudah minta kontraktor agar memprioritaskan tenaga kerja lokal. Tapi tentu mereka mempertimbangkan banyak hal seperti upah dan skill,” jelasnya.
Secara keseluruhan, proyek pembangunan jalan ini akan mencakup total panjang sekitar 1,7 kilometer. Selama ini saluran drainase di Jalan HM Ardans ini tidak mampu menampung debit air hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya genangan air kerap terjadi di ruas Jalan HM Ardans. Muara dari saluran ini akan terkoneksi dengan Sungai Dahlia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo