KALTIMPOST.ID, BONTANG - Wakil Ketua Komisi C DPRD Muhammad Sahib mengingatkan kontraktor pemenang tender paket pengerjaan saluran drainase di Bontang. Utamanya menyangkut progres pengerjaan yang saat ini sedang berlangsung.
Ia berharap kontraktor tidak terlena dengan capaian progres yang saat ini masih surplus. Pasalnya beberapa hari belakangan Bontang rutin diguyur hujan. Kondisi ini tentu bisa menjadi faktor penghambat laju progres pengerjaan.
“Saat ini sudah masuk September sementara pengerjaan berakhir di akhir tahun harus segera diselesaikan,” kata Sahib.
Faktor cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses pengerjaan. Jika ini tidak diantisipasi jauh-jauh hari maka bisa berdampak kepada penyelesaian pengerjaan yang tidak tepat waktu. “Jangan sampai nantinya ada alasan karena hujan jadi pekerjaan molor,” ucapnya.
Jika keterlambatan terjadi maka kontraktor juga wajib menerima konsekuensi. Berupa pembayaran denda ketika disetujui penambahan waktu. Nilainya pun seper seribu dari nilai kontrak pengerjaan per harinya.
Selain itu, keterlambatan pengerjaan juga berimbas kepada masyarakat. Utamanya mereka yang berdomisili di titik pengerjaan. Saat ini akses warga pun terbatas karena sebagian titik dilakukan penggalian.
“Harus segera rampung karena seperti toko itu secara otomatis jumlah pengunjung saat ini berkurang. Ini menyangkut aspek ekonomi,” tutur dia.
Meski demikian, Politikus Partai NasDem ini meminta kepada kontraktor untuk tetap memperhatikan kualitas pengerjaan. Jangan karena dikebut justru kualitasnya diabaikan.
Diketahui tiga titik saluran drainase dilakukan perbaikan saat ini. Mulai dari ruas Jalan R Suprapto, WR Soepratman, hingga HM Ardans. Pihaknya pun berjanji akan melakukan kunjungan pada November mendatang. Tujuannya memastikan progres pengerjaan terjadi peningkatan signifikan.
“Pada intinya Komisi C DPRD akan melakukan pengawasan secara ketat,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo