Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Akses Warga Kampung Ramah Tertutup, Kelurahan Kanaan Siapkan Mediasi Bersama Polres Bontang

Adhiel kundhara • Senin, 13 Oktober 2025 | 16:05 WIB
DITUTUP: Akses warga RT 01 Kelurahan Kanaan dipenuhi material penambangan galian C di sekitar lokasi permukiman warga tersebut.
DITUTUP: Akses warga RT 01 Kelurahan Kanaan dipenuhi material penambangan galian C di sekitar lokasi permukiman warga tersebut.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Akses utama warga Kampung Ramah, RT 01 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, hingga Senin (13/10/2025) masih tertutup material tanah. Gang yang biasa digunakan warga untuk keluar-masuk permukiman kini hanya menyisakan jalur kecil selebar motor.

Bahkan ditutup dengan dua tiang kayu yang dirantai. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Akbar, salah seorang warga, mengatakan penutupan akses ini sudah berlangsung sejak Jumat pekan lalu. Warga telah melapor kepada Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris agar pemerintah segera turun tangan. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut di lapangan.

“Katanya Pak Wakil sudah menginstruksikan kelurahan, tapi sampai sekarang masih tertutup. Sudah tiga hari tiga malam kami rasakan kondisi ini. Warga kesulitan air karena mobil tangki tidak bisa masuk,” kata Akbar.

Menurutnya warga hanya bisa membeli air galon untuk kebutuhan minum, sementara untuk mandi dan mencuci sangat terbatas. Ia berharap akses segera dibuka karena jalan tersebut merupakan jalur utama warga Kampung Ramah.

Menanggapi hal ini, Lurah Kanaan Salmon Tandi Payung Allo mengonfirmasi pihak kelurahan bersama Polres Bontang akan menggelar pertemuan mediasi antara warga terdampak, pemilik lahan, serta pihak tambang yang beroperasi di sekitar lokasi.

Pertemuan dijadwalkan digelar pada Selasa (14/10/2025) di kantor kelurahan. “Tujuannya mencari solusi bagaimana jalan yang ditutup itu bisa dibuka kembali. Kami akan memediasi semua pihak agar ada kesepakatan bersama,” ujar Salmon saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan kondisi di lapangan cukup rumit karena kedua pihak, baik warga maupun pemilik lahan tambang, sama-sama mempertahankan pendapatnya. “Kalau dibilang, kasusnya ini kusut. Sama-sama merasa benar. Karena itu, kami harap besok bisa ada titik temu,” ucapnya.

Salmon juga mengakui penutupan jalan ini berdampak langsung pada akses air bersih warga. Mobil tangki yang biasa memasok air ke permukiman tidak bisa masuk ke wilayah terdampak.

“Betul, informasi dari warga, mobil tangki tidak bisa lewat. Artinya ini sudah mengganggu kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu kami dorong agar jalan segera dibuka,” tutur dia.

Kelurahan Kanaan memastikan tidak akan mengambil tindakan sepihak sebelum hasil mediasi diumumkan. Ia menegaskan, pemerintah kelurahan akan tetap netral dan fokus mencari solusi terbaik tanpa menimbulkan konflik baru.

“Kami berharap pertemuan besok menghasilkan keputusan yang disepakati semua pihak. Intinya, warga bisa kembali beraktivitas normal,” pungkas Salmon.

Sementara itu, aktivitas tambang di sekitar lokasi dilaporkan telah dihentikan sementara, meski alat berat masih tampak terparkir di area galian. Polisi pun terus melakukan pemantauan agar situasi tetap kondusif. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #kampung ramah #tertutup #Kelurahan Kanaan Bontang #tanah #jalan