BONTANG - Baru beberapa jam setelah pelantikan, puluhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Bontang terjaring razia Satpol PP, Kamis (16/10/2025). Mereka kedapatan nongkrong dan makan di sejumlah kafe usai pelantikan di Lapangan Bessai Berinta. Petugas yang melakukan patroli mengamankan para PPPK ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan.
Sementara, para PPPK membantah tudingan bolos kerja. Mereka mengaku hanya singgah untuk makan lantaran kehabisan tenaga setelah mengikuti pelantikan. Salah satu perwakilan PPPK, Mahfud, mengatakan mereka sudah berada di lokasi pelantikan sejak pukul 07.00. Setelah acara selesai, banyak di antara mereka yang belum sempat makan karena tidak ada konsumsi yang disediakan.
“Tidak benar kalau kami bolos. Tadi ada juga ibu-ibu hamil yang tidak kuat, jadi kami singgah beli makan sebentar,” ujarnya saat ditemui di depan ruang rapat Satpol PP Bontang. Ia menegaskan, tidak ada niat untuk nongkrong atau menunda masuk kerja. Mereka hanya beristirahat sejenak sebelum kembali ke kantor masing-masing.
“Insyaallah kami taat aturan. Kami hanya ingin meluruskan agar tidak ada salah paham,” tambahnya. Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam sambutannya saat pelantikan telah menekankan pentingnya menjaga disiplin dan mematuhi jam kerja.
“Saudara dituntut untuk menjaga harkat dan martabat sebagai aparatur negara, salah satunya dengan menegakkan disiplin kerja,” kata Neni, saat pelantikan di Stadion Bessai Berinta, Kamis (17/10) pagi.
Diketahui, sebanyak 1.424 pegawai resmi dilantik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota di Lapangan Bessai Berinta. (*)
Editor : Muhammad Rizki