
BALIKPAPAN - Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menerima delapan poin tuntutan yang disampaikan PMII dan sopir truk se-Balikpapan dalam aksi damai, Senin (4/5). Alwi hadir bersama beberapa anggota dewan lainnya.
Salah satu poin tuntutan mendesak SPBU beroperasi 24 jam. Kemudian mendesak BPH Migas untuk menambah kuota di Balikpapan. Alwi mengatakan, informasi ini sudah didapatkan sejak Senin pagi hari.
Dia mengambil langkah cepat dengan berkomunikasi dengan Pertamina Patra Niaga. Alwi menegaskan, jika SPBU tidak beroperasi 24 jam masalah akan semakin panjang.
“Alhamdulillah pihak Pertamina Patra Niaga menyambut baik dan siap menyanggupi SPBU buka 24 jam,” ujarnya. Namun dia menegaskan, jangan sampai hanya dibuka 24 jam. Tetapi justru kuota solar subsidi juga tidak ada.
Alwi juga menawarkan kepada perwakilan mahasiswa dan sopir agar bersama bertemu BPH Migas di Jakarta. Sebagai upaya meminta penambahan kuota solar subsidi untuk Balikpapan.
Mengingat ini bukan ranah Pertamina Patra Niaga. “Insyaallah saya menawarkan karena BPH Migas tidak ada di Balikpapan, kantornya ada di Jakarta Selatan,” imbuhnya.
Dia ingin mengajak dua orang mahasiswa dan dua orang sopir truk. Salah satu misinya bagaimana kuota solar subsidi tidak hanya berada di SPBU KM 13 dan KM 15.
“Mungkin bisa lima atau sepuluh SPBU. Total dari 19 SPBU, biosolar itu hanya dibuka pada dua SPBU,” imbuhnya. Inilah yang bakal coba dibahas dengan pemilik kewenangan.
Harapannya dapat mengurai kemacetan yang selama ini terjadi akibat antrean truk mengisi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya ini seperti sindiran, Balikpapan yang dijuluki Kota Minyak selalu mengalami kelangkaan minyak.
Ini bukan kejadian pertama kali Balikpapan langka LPG hingga BBM. “Informasinya ada 300-500 mobil antre. Ini menurut saya sudah kebangetan. Padahal di sini produksi minyak, tapi kita kesusahan minyak,” bebernya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




