Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pendataan Warga Miskin di Bontang Hampir Rampung, Pemkot Siapkan Data Tunggal untuk Bantuan Tepat Sasaran

Adhiel kundhara • Jumat, 7 November 2025 | 12:05 WIB


Tim melakukan pendataan warga miskin di Kota Bonyang dengan tenggat waktu hingga 10 November mendatang.
Tim melakukan pendataan warga miskin di Kota Bonyang dengan tenggat waktu hingga 10 November mendatang.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Proses pendataan warga miskin di Kota Bontang memasuki tahap akhir. Pemerintah kota menargetkan seluruh data selesai sebelum tenggat waktu 10 November 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang untuk memastikan bantuan sosial dan program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) tersalurkan secara tepat sasaran.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa progres pendataan sudah mencapai sekitar 80 persen.

Baca Juga: Kasus Korupsi di Anak Usaha Perumda AUJ Berakhir di MA: Kasasi Yudi Lesmana Ditolak, Vonis 3 Tahun Penjara Tetap

Pendataan dilakukan serentak di seluruh kelurahan dan akan segera diverifikasi serta divalidasi bersama oleh pihak terkait, seperti Bapperida, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM), serta pemerintah kelurahan.

“Kami akan olah kembali dan periksa ulang bersama. Semua pihak hadir agar validasi benar-benar akurat,” ujar Agus Haris.

Menurutnya, data dikumpulkan berdasarkan kondisi riil keluarga di lapangan, sesuai enam kriteria kemiskinan yang ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Data tersebut nantinya menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan dari APBD maupun program TJSL perusahaan.

“Kami ingin data yang real, bersumber dari masyarakat sendiri. RT dan lurah harus menyerahkan data faktual agar intervensi pemerintah dan perusahaan tepat sasaran,” tambahnya.

Selama ini, ketidaksesuaian data kerap membuat bantuan sosial tidak tepat sasaran. Karena itu, Pemkot Bontang bertekad membangun basis data tunggal yang bisa digunakan untuk mengukur efektivitas program sosial dan kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan warga.

“Kalau datanya tidak sesuai fakta lapangan, kita tidak bisa mengukur tingkat keberhasilan APBD atau TJSL. Kasihan juga perusahaan, sudah bantu tapi tidak fokus,” tutur Agus.

Data hasil pendataan nantinya akan dipresentasikan di hadapan seluruh perusahaan yang beroperasi di Bontang. Dari situ, pemerintah akan menentukan proporsi kontribusi sosial masing-masing perusahaan.

Agus menjelaskan, Bontang tidak memiliki warga dalam kategori fakir miskin ekstrem (desil satu), namun masih terdapat warga di desil dua hingga empat yang menjadi prioritas penerima bantuan.

“Desil dua sampai empat itu yang jadi sasaran intervensi bersama. Perusahaan juga akan tahu kondisi ekonomi per rumah tangga dan bisa menentukan porsi bantuannya,” ujarnya.

Soal jumlah pasti warga miskin, Agus menyebut belum dapat dipastikan karena pendataan masih berjalan. Namun, ia memperkirakan angka kemiskinan menurun dibandingkan data sebelumnya.

“Sepertinya turun. Tapi nanti setelah final, data resmi akan diserahkan ke Kemensos. Tidak ada lagi dua versi data. Semua akan terintegrasi jadi satu data tunggal,” tegasnya.

Ia menambahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) kini hanya berperan mengawal dan mengevaluasi proses validasi, bukan lagi sebagai pengelola data terpisah.

“BPS tidak punya data sendiri. Mereka hanya mendampingi saat penetapan data bersama Pemkot. Setelah itu, data tunggal diserahkan ke Kemensos,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dissos-PM Bontang, Toetoek Pribadi Ekowari, mengungkapkan bahwa pendataan hampir selesai. Tim enumerator hanya menyisakan sekitar 877 jiwa dari total 16.384 jiwa yang harus disurvei.

“Data terus bergerak. Waktu tersisa lima hari, tinggal sekitar 877 jiwa lagi yang harus disurvei. Ini sudah mencapai 94 persen,” ungkap Toetoek.

Tim enumerator mengumpulkan data detail, mulai dari biodata, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengeluaran, aset, hingga status rumah. Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kelayakan warga dalam kelompok desil yang tepat.

Baca Juga: Seleksi Pejabat Eselon II Bontang: Kursi BPKAD dan Diskominfo Sepi Peminat, Dishub Justru Paling Diminati

Adapun rincian kepala keluarga (KK) yang sudah disurvei per kecamatan, yakni Bontang Selatan sebanyak 2.400 KK, Bontang Utara 1.700 KK, dan Bontang Barat 675 KK.

Apabila data tunggal ini resmi disahkan, Pemkot Bontang berharap seluruh bantuan sosial maupun TJSL perusahaan dapat lebih tepat sasaran—sekaligus menjadi tolok ukur baru efektivitas program pengentasan kemiskinan di kota industri tersebut. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#data tunggal #pendataan #badan pusat satistik #bantuan sosial #perusahaan #TJSL #pemkot bontang #warga miskin