KALTIMPOST.ID, BONTANG - Akhir pekan ini, warga di dua kelurahan di Bontang diimbau untuk bersiap menghadapi gangguan suplai air bersih.
Perusahaan air daerah akan melakukan langkah teknis yang berpotensi memengaruhi aliran ke rumah pelanggan.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pemeliharaan rutin yang harus dilakukan demi menjaga kualitas layanan distribusi air bersih di wilayah Bontang.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman, Suramin, mengumumkan bahwa proses perawatan akan dilakukan di Water Treatment Plant (WTP) Loktuan 1 pada Sabtu, 8 November 2025, mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai.
“Dua area yang akan terdampak dari kegiatan ini yakni Loktuan dan Belimbing,” ujar Suramin.
Selama proses perawatan berlangsung, aliran air ke pelanggan diperkirakan mengalami penurunan tekanan hingga tidak mengalir sama sekali di beberapa titik. Karena itu, pihaknya meminta warga agar segera menampung air secukupnya sebelum kegiatan dimulai.
“Penampungan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selama proses perawatan berlangsung,” tambahnya.
Suramin menjelaskan, kegiatan pemeliharaan WTP merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Tujuannya untuk memastikan sistem pengolahan dan distribusi air tetap optimal, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas layanan.
“Proses pemeliharaan ini hanya berlangsung satu hari,” katanya.
Sebelumnya, langkah serupa juga telah dilakukan di WTP Guntung pada pertengahan Oktober lalu. Kini, giliran WTP Loktuan 1 yang akan menjalani perawatan rutin tersebut.
Sebagai informasi, WTP Loktuan 1 mendapatkan pasokan air dari sumur 1 dan 4 dengan kapasitas mencapai 40 liter per detik. Fasilitas ini melayani sekitar 4.500 pelanggan yang tersebar di dua kelurahan: Loktuan dan Belimbing.
“WTP ini juga terkoneksi dengan WTP Bhayangkara, yang berfungsi menyalurkan air ke wilayah tengah kota,” jelas Suramin menutup keterangan.
Dengan adanya jadwal pemeliharaan ini, Perumda Tirta Taman berharap masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal agar kebutuhan air bersih tetap terpenuhi hingga layanan kembali normal. (*)
Editor : Ery Supriyadi