Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Posyandu di Guntung Gencarkan Operasi Timbang, Petugas Jemput Bola ke Rumah Warga

Adhiel kundhara • Jumat, 7 November 2025 | 18:26 WIB

ARAHKAN: Petugas kelurahan dan mitra mengajak warga yang mempunyai balita untuk datang ke posyandu mengikuti kegiatan operasi timbang serentak.
ARAHKAN: Petugas kelurahan dan mitra mengajak warga yang mempunyai balita untuk datang ke posyandu mengikuti kegiatan operasi timbang serentak.
 

BONTANG - Kelurahan Guntung terus mengoptimalkan pelaksanaan operasi timbang serentak jilid kedua di seluruh Posyandu wilayahnya. Memasuki hari ketiga kegiatan, capaian pendataan tumbuh kembang balita terus meningkat. Bahkan, petugas kini mulai melakukan strategi jemput bola untuk memastikan seluruh sasaran terlayani.

Lurah Guntung, Denny Febrian mengatakan hingga hari ketiga, sejumlah Posyandu telah menunjukkan progres signifikan. Namun, masih ada beberapa yang belum sepenuhnya memasukkan data ke sistem.

“Masih ada satu Posyandu yang datanya belum masuk, tapi hari ini mereka dijadwalkan melakukan kegiatan. Jadi memang tergantung jadwal masing-masing Posyandu,” ujar Denny.

Ia mencontohkan Posyandu Lumba-Lumba sebenarnya telah menyelesaikan seluruh sasarannya sebanyak 32 balita. Meski datanya belum muncul di sistem karena proses input masih berlangsung.

“Posyandu Lumba-Lumba sudah 100 persen. Saya sendiri sudah cek langsung. Mungkin datanya belum sinkron saja di sistem,” jelasnya.

Diketahui Posyandu Lumba-Lumba ini berada di Pulau Gusung. Apalagi wilayah ini sebelumnya juga terkena dampak banjir rob. Dalam kesempatan itu, Denny turut melakukan sosialisasi pemilihan RT sekaligus memastikan kegiatan Posyandu tetap berjalan.

“Sekalian kunjungan, sosialisasi RT, dan pantauan ke lokasi yang kemarin kena rob. Jadi kami manfaatkan kunjungan ini untuk banyak hal,” katanya.

Menurut Denny, seluruh Posyandu di Guntung kini sudah menjalankan strategi jemput bola guna meningkatkan partisipasi masyarakat. Petugas tidak hanya menunggu warga datang ke Posyandu, tapi juga mendatangi rumah warga yang belum sempat hadir.

“Kalau ada warga yang takut atau belum sempat datang, kader dan petugas akan mendatangi rumahnya. Kadang kami juga bantu langsung, bahkan saya pernah ikut turun bersama Pak Babinsa,” ungkapnya.

Denny menjelaskan, kegiatan jemput bola ini bukan berarti Posyandu ditinggalkan, tetapi justru untuk mengajak warga agar mengenal dan datang ke Posyandu. Petugas membawa perlengkapan seperti timbangan, alat ukur, serta formulir pencatatan agar pemeriksaan bisa dilakukan di rumah warga.

“Kita tetap edukasi bahwa Posyandu itu penting. Jangan sampai nanti masyarakat berpikir cukup tunggu di rumah. Tujuan kami justru memperkenalkan dan mengaktifkan kembali kunjungan ke Posyandu,” tegasnya.

Selain itu, jika di suatu wilayah banyak balita yang belum tertimbang, pihak kelurahan biasanya membuka pos sementara di rumah ketua RT agar pelaksanaan lebih efektif.

“Kalau banyak di satu kawasan, kami buka pos di rumah Pak RT. Jadi lebih banyak yang bisa ditangani sekaligus,” katanya.

Untuk saat ini, sebagian besar Posyandu di Guntung telah menunjukkan capaian positif. Salah satunya Posyandu Kasi Etam, yang disebut sudah mencapai sekitar 74 persen.

“Kasi Etam sudah tinggi capaiannya, sekitar 74 persen. Nanti di akhir kegiatan kami evaluasi lagi secara keseluruhan,” ujar Denny.

Ia juga memastikan, kegiatan jemput bola dan kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan mitra kelurahan dan Babinsa, akan terus dilanjutkan hingga seluruh balita tercatat dalam hasil operasi timbang.

Diketahui capaian operasi timbang di Guntung yakni 73,10 persen. Sasaran 565 balita, namun yang sudah ditimbang 413.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Kelurahan Guntung #operasi timbang serentak