Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Operasi Timbang di Satimpo Terus Dikebut, Lurah Pastikan Capaian Tuntas 100 Persen

Adhiel kundhara • Jumat, 7 November 2025 | 18:44 WIB

JEMPUT BOLA: Kader posyandu di Kelurahan Satimpo melakukan langkah aktif untuk mendapatkan data kehatan balita di wilayahnya.
JEMPUT BOLA: Kader posyandu di Kelurahan Satimpo melakukan langkah aktif untuk mendapatkan data kehatan balita di wilayahnya.
 

BONTANG - Meski sempat berada di posisi dua terbawah dalam capaian sementara operasi timbang serentak, Kelurahan Satimpo optimistis dapat menuntaskan pendataan hingga 100 persen. Hal itu disampaikan Lurah Satimpo, Maryono saat ditemui di sela kegiatan pemantauan Posyandu, Jumat (7/11/2025).

Menurut Maryono, capaian sementara masih rendah karena sebagian warga Satimpo tengah berada di luar kota bahkan luar negeri. Namun, pihak kelurahan terus melakukan koordinasi agar seluruh data balita bisa masuk sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Memang Satimpo agak khusus. Banyak warga kami yang bekerja di luar daerah, bahkan ada yang di Qatar dan Papua Barat. Tapi kami terus pantau dan komunikasi dengan RT maupun perusahaan. Target kami tetap 100 persen,” ujarnya.

Maryono menjelaskan wilayah Satimpo terbagi dalam dua area besar, yaitu  perumahan HOP dan PC. Dari tiga Posyandu yang menjadi lokasi utama operasi timbang, satu telah mencapai 100 persen yakni Nusa Indah 2. Nusa Indah 3 yang berada di area Pisangan mencapai 91,38 persen. Sementara Nusa Indah 1 masih dalam proses penyelesaian.

“Nusa Indah 1 ini di wilayah PC banyak yang sedang dinas luar. Tapi kami optimis bisa selesai dalam dua hari ke depan,” katanya.

Selain faktor mobilitas warga, Satimpo juga memiliki perlakuan khusus dalam pelaksanaan operasi timbang. Hal ini karena sebagian besar warga berada di kawasan perusahaan yang memiliki standar keamanan dan izin keluar-masuk yang ketat. Diketahui capaian operasi timbang serentak di Satimpo di angka 74,76 persen. Dari 313 balita baru ditimbang 234.

“Kalau mau jemput bola di area dalam pagar, kami harus izin dulu. Tidak bisa langsung masuk. Jadi prosesnya sedikit lebih lama dibanding kelurahan lain,” jelasnya.

Maryono menambahkan, data hasil penimbangan juga perlu disinkronkan dengan catatan kesehatan dari Badak LNG. Karena sebagian anak karyawan ditimbang di fasilitas rumah sakit perusahaan, bukan di Posyandu umum.

“Kami juga tarik data dari RS Badak LNG untuk disinkronkan dengan Posyandu. Bisa jadi anaknya sudah ditimbang di sana, tapi belum terdata di sistem. Jadi perlakuan di Satimpo memang berbeda,” terangnya.

Untuk mempercepat capaian, pihak kelurahan telah mulai melaksanakan jemput bola*sejak Rabu pagi (5/11/2025), bekerja sama dengan Babinsa dan kader kesehatan. Namun, pendekatan jemput bola ini dilakukan dengan cara mengajak warga datang ke Posyandu, bukan melakukan penimbangan langsung di rumah.

“Kami sudah mulai jemput bola tadi pagi bersama Pak Babinsa. Tapi sifatnya masih mengajak warga. Kalau ke dalam zona perusahaan, kami harus hati-hati soal izin safety,” tutur Maryono.

Ia menjelaskan, setiap zona memiliki tingkat kesulitan berbeda. Zona 2, seperti wilayah HOP dan Pisangan, relatif cepat karena aksesnya lebih terbuka. Sementara Zona 1, yang berada di area perumahan perusahaan (PC), membutuhkan penyesuaian dan komunikasi intensif dengan pihak keamanan.

“Zona 1 memang lebih ketat. Jadi kami minta kader menyesuaikan cara komunikasi dan tetap sabar. Pelayanan di Satimpo ini memang harus lebih hati-hati,” katanya.

Maryono berharap seluruh pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan perusahaan, dapat memberikan dukungan penuh agar data anak-anak di wilayah Satimpo dapat tercover seluruhnya.

 “Kami terus komunikasi dengan Dinkes dan perusahaan. Mudah-mudahan dua hari ini bisa rampung dan 100 persen. Tahun lalu juga sempat sama, tapi akhirnya semua tuntas,” ujarnya optimistis.

Di akhir wawancara, Maryono menyampaikan bahwa keberhasilan Satimpo dalam operasi timbang tahap pertama tidak lepas dari sinergi antara kader, RT, dan perusahaan, serta semangat untuk terus beradaptasi dalam situasi lapangan yang dinamis.

 “Kuncinya komunikasi dan adaptasi cepat. Kami boleh lelah, tapi tidak boleh menyerah. Yang penting data anak-anak kita lengkap, dan pelayanan kesehatan di Satimpo tetap maksimal,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#operasi timbang serentak #Kelurahan Satimpo