Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Empat Dapur MBG di Bontang Selatan Sudah Beroperasi, Satu Menunggu Jadwal Pelatihan

Adhiel kundhara • Kamis, 20 November 2025 | 18:07 WIB

SUDAH BEROPERASI: Salah satu dapur MBG di Bontang Selatan ini telah menyalurkan ke penerima manfaat. 
SUDAH BEROPERASI: Salah satu dapur MBG di Bontang Selatan ini telah menyalurkan ke penerima manfaat. 
 

BONTANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang terus mengalami perkembangan pesat. Di wilayah Bontang Selatan, lima dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disiapkan untuk melayani distribusi makanan kepada ribuan peserta didik penerima manfaat.

Empat dapur telah lebih dulu beroperasi sejak awal bulan, sementara satu dapur lainnya dalam proses penyelesaian. Koordinator SPPG Bontang Selatan Aldila Huud memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai tahapan.

“Empat dapur sudah berjalan sejak awal hingga pertengahan bulan,” kata Aldila.

Dijelaskan Aldila, dapur yang lebih dulu beroperasi berada di Bontang Selatan 1 dan 2. Tepatnya pada akhir bulan lalu. Disusul dapur di lokasi Bontang Selatan 4 yang berada di samping Andika Plaza. Dapur tersebut resmi beroperasi pada 11 November.

Saat ini, satu dapur lagi yakni Bontang Selatan 3 yang berlokasi di Kampung Baru telah memulai pelayanan pada Rabu (19/11/2025). Sedangkan dapur kelima, Bontang Selatan 5 di sekitar Pencucian Kendaraan Aini Rasyifa, masih menunggu penjadwalan pelatihan penyajian makanan sebelum bisa beroperasional penuh.

“Jadwalnya masih menunggu dari OPD terkait,” ucapnya.

Pada tahap awal, ketiga dapur yang sudah berjalan saat ini melayani sekira 1.000 porsi per hari. Angka tersebut mengikuti batasan yang ditetapkan dalam ketentuan teknis MBG. Setiap SPPG tidak diperbolehkan memproduksi lebih dari seribu porsi sebelum memenuhi syarat sertifikasi.

Penambahan porsi bisa dilakukan bertahap setelah dapur mendapatkan sertifikat dari Badan Kebijakan Nasional (BKN). Sertifikat tersebut menjadi syarat wajib sebelum kapasitas produksi dinaikkan.

“Peningkatan kapasitas harus bertahap yakni per 500 penerima. Ini tujuannya juga agar pekerja di dapur tidak kaget,” tutur dia.

Jika dibagi berdasarkan jumlah sekolah sasaran, satu dapur idealnya mampu melayani sekitar 2.200 siswa. Namun pembagian tersebut tetap menyesuaikan dengan kesiapan dapur dan distribusi di lapangan.

 Baca Juga: Pemilihan RT Satimpo Digelar 6 Desember, Pastikan Tahapan Berjalan Lancar

Terkait layanan untuk wilayah pesisir seperti Malahing, Teluk Kadere, dan kawasan 3T lainnya, Aldila memastikan bahwa sistemnya berbeda. Dapur khusus akan dibangun langsung di pulau untuk memudahkan distribusi. Bahan baku akan dikirim dari darat setiap hari, menyesuaikan kondisi pasang surut laut.

“Nanti dilihat skema yang tepat seperti apa,” terangnya.

Menurutnya, pengiriman harian bahan baku tetap harus dilakukan agar kualitas makanan terjaga. Namun skema akses laut yang dinamis menjadi faktor yang harus disesuaikan.

Dengan beroperasinya dapur-dapur MBG ini, Aldila berharap distribusi makanan di Bontang Selatan dapat berjalan lebih maksimal. Ia menegaskan kesiapan timnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah sesuai target program pemerintah pusat.

“Kami siap menjalankan tahapan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Makan Bergizi Gratis #Bontang Selatan #SPPG #peserta didik #Mbg