KALTIMPOST.ID-Pencapaian Kota Bontang yang kembali naik kelas sebagai Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama disambut penuh syukur oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Ia menilai keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah semata, tetapi buah kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
Meski demikian, Neni menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. Menurutnya, esensi dari predikat Kota Layak Anak terletak pada komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Bontang untuk memastikan hak-hak anak terlindungi dan terfasilitasi dengan baik.
“Alhamdulillah, Kota Bontang naik kelas menjadi Kota Layak Anak kategori Utama. Ini kebanggaan bagi kita semua. Namun sejatinya, bukan penghargaan yang kita kejar, tetapi bagaimana komitmen pemerintah terhadap pemenuhan hak-hak anak,” tegas Neni.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut mencakup banyak aspek penting—mulai dari hak bermain, hak belajar, hingga ketersediaan ruang terbuka hijau yang memadai. Pemerintah juga memastikan bahwa fasilitas pendidikan gratis, keamanan, dan lingkungan kota yang mendukung tumbuh kembang anak tetap menjadi prioritas.
Baca Juga: Bontang Koleksi 14 Penghargaan Sepanjang 2025
“Masih banyak yang harus kita benahi. Insya Allah, komitmen ke depan adalah bagaimana anak-anak di Kota Bontang bisa hidup bahagia, merasa aman, dan mendapatkan masa depan yang layak,” ujarnya.
Neni menambahkan, tantangan mempertahankan predikat Kota Layak Anak justru semakin besar. Kota tidak hanya harus konsisten, tetapi juga terus berinovasi menyesuaikan kebutuhan anak yang semakin berkembang. Mulai dari penataan fasilitas publik yang ramah anak, penguatan layanan kesehatan, sampai edukasi bagi orang tua dan masyarakat agar lingkungan sosial juga ikut mendukung.
Predikat KLA kategori Utama disebutnya sebagai cermin bahwa Bontang berada di jalur yang benar, namun bukan alasan untuk berhenti berbenah. Pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat, dan seluruh orang tua memiliki peran penting agar kualitas hidup anak tetap terjaga.
Dengan penguatan komitmen dan kolaborasi lintas sektor, Neni optimistis Bontang mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut pada tahun-tahun mendatang. “Kota yang layak anak adalah kota yang memanusiakan generasinya. Itu yang ingin terus kita wujudkan,” tutupnya. (adv/riz)
Editor : Muhammad Rizki