Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kobarkan Semangat “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, Wawali Bontang Agus Haris Pimpin Upacara Peringatan HGN 2025

ADV • Rabu, 26 November 2025 | 20:03 WIB

 

PIMPIN UPACARA: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris hadir dalam upacara dalam rangka peringatan hari guru nasional di Stadion Bessai Berinta.
PIMPIN UPACARA: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris hadir dalam upacara dalam rangka peringatan hari guru nasional di Stadion Bessai Berinta.

Stadion Bessai Berinta, Bontang Utara, mendadak berubah menjadi lautan seragam guru.

---

BONTANG - Ribuan tenaga pendidik dari berbagai penjuru Kota Taman tumpah ruah, Selasa pagi (25/11), dalam Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Bukan sekadar ritual tahunan, momen ini menjadi panggung penghormatan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa yang menentukan arah masa depan bangsa.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memimpin langsung jalannya upacara. Bertindak sebagai pembina, ia membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.

Namun, pidatonya tidak berhenti sebagai formalitas. Di hadapan ribuan guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan, Agus Haris menyerukan bahwa Hari Guru Nasional harus menjadi ruang refleksi, bukan sebatas agenda seremonial.

“Peringatan Hari Guru Nasional adalah momentum untuk kembali meneguhkan peran guru sebagai penjaga nilai, penanam karakter, dan pembangun masa depan bangsa,” kata Agus Haris dengan lantang.

Ia mengakui, menjadi guru hari ini bukan perkara mudah. Beban administrasi yang menumpuk, tata kelola kepegawaian yang rumit, status guru honorer yang kerap tidak pasti, hingga distribusi tenaga pendidik yang belum merata masih menjadi persoalan klasik di dunia pendidikan.

Meski demikian, pejabat yang akrab disapa AH ini membawa kabar optimisme. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat terus melakukan pembenahan, salah satunya melalui sentralisasi tata kelola guru agar kesejahteraan dan keadilan dapat dirasakan merata hingga ke daerah.

“Transformasi pendidikan tidak boleh berhenti. Pemerintah berkomitmen menghapus hambatan struktural yang selama ini membelenggu potensi guru,” tegasnya.

Ia juga menyinggung peta jalan pendidikan nasional 2025 yang dinilai makin progresif. Mulai dari program Wajib Belajar 13 Tahun, hingga penguatan literasi dengan distribusi 1,5 juta buku ke seluruh Indonesia. Menurutnya program tersebut harus disambut dengan kesiapan daerah, terutama dalam memperkuat kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Lebih jauh, AH mengajak para pendidik di Bontang untuk terus memperbarui niat pengabdian. “Kami meminta para guru untuk terus mendidik dengan hati dan mengabdi tanpa henti, karena masa depan bangsa ada di tangan Bapak dan Ibu semua,” tuturnya.

Upacara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, hingga perwakilan perusahaan di Bontang. Seusai upacara, suasana Stadion Bessai Berinta makin semarak dengan penyerahan hadiah lomba dalam rangka HUT ke-83 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kebanggaan semakin terasa saat diumumkan bahwa lima guru dan kepala sekolah asal Bontang kini tengah berlaga di Jakarta dalam ajang Apresiasi GTK Nasional. Harapan pun mengalir, agar nama Kota Taman kembali harum di kancah pendidikan nasional.

Melalui peringatan Hari Guru Nasional ini, Pemkot Bontang menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas guru yang mendidik generasi penerus. Karena di balik Indonesia yang kuat, selalu berdiri guru-guru hebat di barisan terdepan. (adv/ak/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#tenaga pendidik #agus haris #hari guru nasional #transformasi pendidikan #pgri