KALTIMPOST.ID, BONTANG - Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemkot Bontang bakal menggelar gerakan pangan murah (GPM). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember mendatang di kawasan Rumah Adat Tongkonan Kanaan.
Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Debora Kristiani mengatakan GPM bertujuan menekan potensi inflasi daerah. Sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Tujuannya jelas, untuk stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi jelang Natal dan Tahun Baru. Kami ingin masyarakat bisa belanja kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar,” kata Debora, Jumat (28/11/2025).
Dalam pelaksanaannya, DKP3 Bontang bersama Perum Bulog akan menyediakan dua jenis beras, yakni beras medium SPHP dan beras premium. Khusus beras medium, pihaknya menyiapkan stok awal sebanyak 5 ton.
Sementara untuk beras premium akan ditambah sesuai dengan antusiasme masyarakat. Mengingat pengalaman pelaksanaan GPM sebelumnya menunjukkan bahwa beras premium justru cepat habis terjual.
“Untuk SPHP dibatasi maksimal dua sak atau setara 10 kilogram per orang. Sedangkan beras premium tidak dibatasi karena kami langsung membawa agen Bulog,” ucapnya.
Harga beras premium Bulog dalam GPM ini dipatok Rp15.400 per kilogram atau dijual dalam kemasan 5 kilogram. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang saat ini berkisar Rp16 ribu per kilogram. Sementara beras SPHP dijual Rp60 ribu per karung.
Selain beras, DKP3 juga membuka penjualan minyak goreng lokal tanpa pembatasan jumlah pembelian. Debora menyebut, harga minyak goreng yang dijual diperkirakan sekitar Rp37 ribu per 2 liter, tergantung pasokan mitra distributor lokal.
Tak hanya itu, pihaknya juga merencanakan subsidi telur ayam sebanyak 500 piring. Telur ayam nantinya akan dibeli dengan harga sekitar Rp60 ribu per piring dan dijual kembali ke masyarakat dengan harga Rp55 ribu per piring.
“Kami subsidi sekitar Rp5.000 per piring. Untuk menutup selisihnya, kami masih upayakan bantuan sponsor,” ungkap Debora.
Untuk komoditas gula pasir, DKP3 memilih mengambil pasokan langsung dari agen lokal di Bontang karena harga dari Bulog dinilai kurang kompetitif akibat tingginya ongkos kirim. Di pasaran lokal, gula pasir dijual sekitar Rp18 ribu per kilogram.
Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, hingga tepung terigu juga direncanakan ikut dijual, tergantung pada ketersediaan anggaran. Selain itu, DKP3 akan menggandeng sejumlah mitra seperti distributor pangan hingga perusahaan makanan untuk meramaikan stan GPM.
Debora menegaskan, pelaksanaan GPM kali ini hanya digelar satu kali karena keterbatasan anggaran. Namun, meskipun terbatas, pihaknya berharap kegiatan ini dapat membantu warga menghadapi lonjakan kebutuhan jelang akhir tahun.
“Kami berharap GPM ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bontang, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo