Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Konstruksi Pengembangan Jargas di Bontang Dimulai Januari 2026, Kementerian ESDM Minta Pengertian Masyarakat

Adhiel kundhara • Selasa, 9 Desember 2025 | 18:34 WIB

SOSIALISASI: Kementerian ESDM melakukan diskusi kepada OPD terkait maupun calon pelanggan terkait rencana pengembangan jargas di Kota Bontang.
SOSIALISASI: Kementerian ESDM melakukan diskusi kepada OPD terkait maupun calon pelanggan terkait rencana pengembangan jargas di Kota Bontang.
 

BONTANG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pembangunan lanjutan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang dimulai pada 2025 dan ditargetkan selesai pertengahan 2026.

Total sambungan rumah (SR) jargas Bontang yang akan terpasang mencapai 10.553 SR, bagian dari paket pembangunan nasional 26.137 SR untuk tiga wilayah yakni Bontang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Tana Tidung. Proyek ini dimenangkan oleh PT Noorel Idea dengan nilai penawaran Rp196,7 miliar.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Yunando Antasari mengatakan pembangunan jargas merupakan program strategis nasional yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh proses konstruksi dilakukan dengan memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan lingkungan.

“Secara struktur konsumsi itu memang dilakukan oleh pelaksanaan. Kami mohon masyarakat dan Pemkot memberi input kepada kami. Jika ada yang membahayakan atau tidak sesuai kaidah keteknikan, sampaikan saja, nanti kontraktor akan memperbaiki,” kata Yunando.

Menjawab kekhawatiran warga terkait pembongkaran jalan, terutama di lokasi yang pernah menimbulkan cekungan seperti Berebas Tengah, Yunando memastikan bahwa setiap permukaan yang dibongkar akan dipulihkan sesuai strukturnya.

“Kalau bongkarannya aspal, akan kami kembalikan ke aspal. Tanah ke tanah, beton ke beton. Itu range statement, itu janji kami,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa cekungan pascapekerjaan dapat terjadi karena proses pemadatan membutuhkan waktu. “Kalau kita lakukan bukaan, lalu dipadatkan pakai tanah, butuh pemadatan alami dan pakai stemper. Makanya selama satu tahun masa rate statement itu kami pantau. Kalau ada penurunan, akan kami tambah lagi agar aman,” tutur dia.

Yunando memastikan bahwa setelah rangkaian evaluasi dan perbaikan, jalan akan kembali seperti semula. “Insyaallah seperti awal,” tegasnya.

Dalam proses penentuan lokasi proyek jargas, Kementerian ESDM kini menerapkan sistem skoring. Komponen terbesar dalam penilaian bukan lagi kebiasaan pemilihan daerah, melainkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. ESDM juga menggandeng Lemtek UI dalam proses evaluasi teknis.

“Kami ingin pembangunan ini tepat waktu dan tepat sasaran. Karena itu dukungan pemda dan masyarakat menjadi faktor penentu,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah memastikan program ini tidak menjadi kompetitor LPG, sebab keduanya merupakan layanan energi yang dihadirkan negara. “Subsidi per kubik untuk jargas itu Rp4.250. Pemerintah ingin masyarakat punya pilihan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga: Arus Mudik Liburan, 607 Penumpang Berangkat dari Pelabuhan Loktuan Bontang

Yunando mengungkap bahwa jumlah sambungan untuk Bontang berkurang dibanding rencana awal akibat efisiensi anggaran. “Ini kekuatan APBN tahun ini. Bukan berarti kami mengabaikan masyarakat Bontang. Pemerintah sedang melakukan pembangunan infrastruktur tepat sasaran,” katanya.

Ia memohon pengertian masyarakat bila selama pembangunan terjadi gangguan di jalan atau fasilitas umum. “Kami sadar pembangunan sedikit mengganggu kenyamanan. Tapi kami akan meminimalisir gangguan itu,” ujarnya.

Saat ini proyek masih dalam tahap persiapan. Pembangunan fisik direncanakan dimulai pada Januari 2026 hingga Juni 2026 dengan durasi kontrak 240 hari. Jika tidak ada kendala, jargas bagi rumah tangga Bontang sudah bisa dinikmati mulai Juli 2026.

Yunando menutup dengan pesan agar warga tak segan melaporkan jika menemukan hal yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan. “Kami menjunjung tinggi prinsip zero accident. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Program Strategis Nasional #dirjen minyak dan gas bumi #jargas bontang #kementerian esdm #jaringan gas