KALTIMPOST.ID, BONTANG- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang terus berusaha dalam meraup pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dari sektor pajak daerah. Dari 13 jenias pajak daerah, lima sudah terpenuhi targetnya. Meskipun belum sampai di akhir tahun.
Plt Kepala Bapenda Syahruddin mengaku bersyukur dengan kerja keras berbuah hasil dalam mendapatkan pemasukan untuk kas daerah. Lima jenis pajak daerah itu mencakup Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak air tanah, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pajak hotel, dan restoran.
“Hasil ini tentu mengatrol capaian realiasasi pajak daerah keseluruhan. Utamanya menutupi beberapa jenis pajak daerah yang saat ini masih belum optimal,” kata Syahruddin.
BPHTB misalnya realisasinya sudah di angka Rp19.325.469.155 dari target yang dipatok yakni Rp13.146.916.000. Ia menyebut capaian ini paling tinggi dibandingkan jenis pajak daerah lainnya.
“Angkanya di 147 persen. Berdasarkan data pemasukan di awal bulan. Ini masih bisa bertambah,” ucapnya.
Kenaikan itu dipengaruhi beberapa transaksi besar yang terjadi. Terutama dari kalangan industri. Salah satunya adalah pembayaran BPHTB oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk pengurusan sertifikat dua bidang lahan dengan total nilai mencapai sekira Rp7 miliar.
Selain Pupuk Kaltim, Kawasan Industri Bontang (KIB) juga melakukan pembayaran BPHTB dengan nilai sekitar Rp 5 miliar. Ia menyebut bahwa aktivitas masyarakat umum juga ikut mendorong peningkatan pendapatan. Hampir setiap hari, warga mengurus transaksi jual-beli tanah maupun administrasi hak atas tanah lainnya.
Sementara capaian tertinggi berikutnya yakni pajak MBLB. Capaiannya menembus 137,8 persen. Dari target Rp616.989.000, sudah masuk kas daerah sebesar Rp850.180.000.
Dasar pengenaan pajak MBLB yaitu nilai jual hasil pengambilan MBLB. Dihitung berdasarkan perkalian volume/tonase pengambilan MBLB dengan harga patokan tiap jenis MBLB. Pendapatan ini berasal dari salah satu perusahaan yang melakukan pengembangan area.
Sementara pajak hotel saat ini telah terkumpul Rp2.002.630.671,50. Dari target yang dipatok sebesar Rp1.835.581.000. Capaiannya di angka 109,1 persen. Pajak restoran capaiannya di angka Rp24.100.538.072 dari target Rp23.322.187.000.
Sejatinya Bapenda sempat pesimistis terhadap capaian jenis pajak ini. Mengingat tren pemasukan cenderung datar hingga menurun, beberapa waktu lalu. “Apalagi ini juga sangat bergantung terhadap kegiatan di Bontang dan kepatuhan membayar wajib pajak,” tutur dia.
Terakhir yakni pajak air tanah capaiannya di angka 103,36 persen. Realiasasi sebesar Rp9.776.026.592 dari target Rp9.457.872.000. Hingga saat ini capaian pajak daerah keseluruhan di angka 88,69 persen. Terkumpul Rp196.458.229.459 dari target Rp221.509.159.000. (*)
Editor : Ismet Rifani