Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Target Pendapatan BPHTB Bontang Tahun Depan Turun, Ini Penyebabnya

Adhiel kundhara • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:08 WIB
PEMASUKAN DAERAH: Salah satu pendapatan kas daerah dari sektor pajak yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
PEMASUKAN DAERAH: Salah satu pendapatan kas daerah dari sektor pajak yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Badan Penadpatan Daerah (Bapenda) Bontang telah menyusun proyeksi pendapatan asli daerah untuk tahun depan. Plt Kepala Bapenda Syahruddin mengatakan dari 13 jenis pajak daerah yang ada terdapat target yang naik maupun turun dibandingkan 2025.

“Salah satu target yang turun yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),” kata Syahruddin.

Pada APBD perubahan 2025, BPHTB ditargetkan Rp13.146.916.000. Dengan realisasi hingga awal Desember yakni Rp19.325.469.155. Artinya capaiannya yakni 147 persen. “Tahun depan target yakni Rp10.603.527.000,” ucapnya.

Menurutnya, target yang dicanangkan ini berdasarkan perhitungan melalui kajian. BPHTB dijelaskan dia capaiannya sangat fluktuasi. Bergantung dengan transaksi atas jual beli tanah dan bangunan, maupun administrasi hak atas tanah lainnya.

“Mudah-mudahan ritme pertumbuhan ekonomi makan bagus. Jadi transaksi peralihan hak atas tanah makin intensif,” tutur dia.

Kondisi tersebut tentunya akan berdampak investasi. Ujungnya yakni semakin banyak pengurusan kepemilikan bangunan maupun tanah. Apalagi Pemkot mendorong untuk perda kemudahan investasi. “Tentunya nanti ada insentif yang kami berikan,” terangnya.

Saat ini Bapenda juga masih menyusun kajian penyesuaian nilai jual obyek pajak (NJOP). Jika ada pelaporan yang menjual lahan di bawah NJOP ada penyesuaian mengikuti standar tersebut.

Sejauh ini besaran NJOP nilainya masih 30 persend ari harga pasar. Besaran ini berbeda dengan daerah lain. Khusus kawasan industri per meter perseginya hanya masuk Rp1 juta. Padahal di daerah lain bisa tembus belasan juta rupiah. “Kajian akan selesai di akhir tahun ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Bapenda Bontang #Target Pendapatan BPHTB #Syahruddin