Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rute Kapal Laut Bontang–Mamuju Kian Matang, Wawali Pastikan Siap Beroperasi 2026

Adhiel kundhara • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:17 WIB
Wawali Bontang Agus Haris
Wawali Bontang Agus Haris

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Pemkot Bontang terus mematangkan rencana pembukaan rute kapal laut Bontang–Mamuju yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan, tahapan terpenting saat ini adalah memastikan kesiapan pelabuhan tujuan agar benar-benar sesuai dengan spesifikasi kapal yang akan digunakan.

Menurut pejabat yang akrab disapa AH ini, pemilihan jenis kapal dan pelabuhan harus berjalan selaras. Pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko dengan mendatangkan kapal yang akhirnya tidak bisa sandar optimal akibat ketidaksesuaian infrastruktur pelabuhan.

“Jangan sampai kita sudah ambil kapal, ternyata pelabuhan di sana tidak sesuai secara fisik. Kalau harus bangun lagi pelabuhan, itu lama dan tidak mungkin bisa operasi di 2026,” kata AH.

Ia mengungkapkan dalam waktu dekat dirinya akan langsung meninjau sejumlah pelabuhan alternatif di Sulawesi Barat. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelabuhan mana yang paling pas dengan konsep layanan kapal laut yang direncanakan.

“Kalau tidak minggu ini, paling lambat minggu depan saya ke sana. Kita ingin pastikan pelabuhan mana yang cocok dengan jenis kapal yang akan kita ambil,” ucapnya.

AH menjelaskan kapal yang direncanakan bukan sekadar kapal penumpang. Melainkan kapal laut multi-fungsi dengan tiga dek yang mampu mengangkut penumpang, kendaraan, hingga barang kebutuhan pokok.

“Kapal ini bisa angkut kendaraan, penumpang, dan barang. Beras, sembako, semua bisa. Ini penting agar pasokan ke Bontang tidak hanya bergantung dari Pulau Jawa,” tutur dia.
Skema ini diharapkan memperkuat ketahanan pasokan sekaligus menekan biaya distribusi. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, rute Bontang–Mamuju dinilai paling layak secara ekonomi. Bahkan, rute ini dinyatakan tidak memerlukan subsidi pemerintah pusat dan langsung menghasilkan keuntungan.

“Bontang–Mamuju itu langsung untung. Keuntungannya sekitar 19 persen sejak pelayaran pertama. Karena selain penumpang, ada kendaraan dan distribusi barang,” terangnya.

Sebaliknya, rute Bontang–Surabaya masih dinilai berat. Berdasarkan kajian, rute tersebut membutuhkan subsidi hingga Rp1 miliar per bulan pada tahun pertama, atau sekitar Rp12 miliar per tahun. “Dengan kondisi APBN sekarang, itu jadi pertimbangan berat. Makanya yang lolos kajian di Kementerian Perhubungan itu Bontang–Mamuju,” jelasnya.

Saat ini, sudah ada beberapa pihak swasta yang menyatakan minat mengoperasikan rute tersebut. Di antaranya PT Global Indo dan ASDP dari Balikpapan. Namun, AH menegaskan Pemkot Bontang akan sangat selektif. “Kami lihat mana yang paling menjanjikan. Yang utama itu aspek keselamatan, fisik kapal, kualitas pelayanan, dan kapasitas,” paparnya.

Untuk kapasitas, kapal yang dikaji mampu mengangkut sekitar 300–500 penumpang serta kendaraan sesuai spesifikasi kapal. Angka tersebut dinilai ideal untuk tahap awal operasional. Ia menegaskan kehadiran rute kapal laut ini bukan sekadar transportasi, tetapi menjadi bagian dari strategi besar penguatan ekonomi dan logistik Kota Bontang.

“Kalau ini jalan, dampaknya besar. Distribusi lancar, harga bisa lebih stabil, dan konektivitas Bontang makin kuat,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#angkutan laut #Pembukaan Rute Bontang ke Mamuju #wawali bontang agus haris