KALTIMPOST.ID- Dinas Kesehatan memastikan pmbangunan gedung parkir Rumah Sakit (RS) Tipe D Kota Bontang telah rampung 100 persen. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bachtiar Mabe mengatakan saat ini bangunan itu memasuki masa pemeliharaan.
Menurutnya, pekerjaan konstruksi gedung parkir telah selesai sesuai kontrak. Namun, masa pemeliharaan tetap berjalan guna memastikan seluruh bagian bangunan berada dalam kondisi optimal sebelum difungsikan secara penuh. Ia menegaskan aktivitas yang terlihat di lokasi pada akhir Desember lalu bukan pekerjaan lanjutan, melainkan bagian dari perapian selama masa pemeliharaan.
“Sekarang masuk masa pemeliharaan. Kalau ada pekerjaan kecil atau perapian, itu masih tanggung jawab penyedia,” kata Mabe.
Gedung parkir tersebut dibangun hingga dua lantai, di mana lantai satu telah difinishing, sementara lantai dua sudah dapat difungsikan meskipun belum melalui tahap penyelesaian akhir. Struktur bangunan juga telah dilengkapi dengan dak atap, sehingga tidak ada pekerjaan penambahan struktur di bagian atas pada tahap ini.
Menurut Mabe, secara teknis gedung parkir sudah aman dan layak digunakan, terutama untuk mendukung aktivitas layanan kesehatan di kawasan RS Tipe D. Dalam waktu dekat, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk parkir kendaraan tenaga kesehatan, pegawai, maupun pengunjung fasilitas kesehatan di sekitar area tersebut.
“Gedung parkir ini sudah bisa difungsikan,” ucapnya. Selain itu, Mabe mengungkapkan sejak tahap awal perencanaan, konstruksi gedung parkir memang dirancang kuat untuk menopang pengembangan jangka panjang. Penguatan struktur pondasi dilakukan dengan penambahan kedalaman pancang demi menjamin keamanan bangunan.
Baca Juga: Perangkat RT Berbas Tengah Resmi Dilantik, Pj Sekda Bontang Tekankan Peran Strategis RT
Awak media Kaltim Post mendatangi lokasi proyek. Namun sejumlah pekerja masih melakukan pengecatan. Tiang kayu di beberapa titik juga urung dilepas. Bahkan saat mau mengambil dokumentasi, salah satu karyawan melarang untuk memotret kondisi bangunan.
Diketahui proyek ini dikerjakan oleh CV Anugerah Rezeki Abadi. Nilai kontrak sebesar Rp6,7 miliar. Sebelumnya proses awal pengerjaan sempat molor lantaran adanya adendum perubahan struktur. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki