KALTIMPOST.ID- Pemkot Bontang mulai mematangkan perencanaan dan penganggaran secara serius dalam rangka persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim 2027. Sebagai daerah penyelenggara, Bontang tidak hanya menargetkan sukses pelaksanaan, tetapi juga membidik prestasi tertinggi dengan target juara umum.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan posisi sebagai tuan rumah menuntut kesiapan menyeluruh sejak jauh hari. Menurutnya, terdapat dua tanggung jawab besar yang harus disiapkan secara berimbang, yakni sarana-prasarana penyelenggaraan dan pembinaan atlet.
“Kalau tidak disiapkan dari jauh-jauh hari, pasti salah satunya akan bermasalah, entah penyelenggaraannya atau prestasinya,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini.
Baca Juga: Tiga Personel Terindikasi Narkoba, Kadisdamkartan Bontang Masih Tunggu Surat Resmi BNN
Ia menjelaskan kesiapan sarana-prasarana tidak hanya terbatas pada venue pertandingan. Tetapi juga menyangkut pelayanan kepada seluruh kontingen kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Mulai dari kondisi gedung olahraga, akses transportasi, hingga fasilitas pendukung seperti penginapan dan konsumsi.
“Kita ini tuan rumah, jadi harus memberikan pelayanan terbaik. Panitia harus menyiapkan pedoman atau katalog yang jelas di setiap mess atau penginapan, supaya tamu tidak kebingungan,” ucapnya.
AH mengakui sejumlah fasilitas olahraga di Bontang masih membutuhkan perbaikan dan peningkatan kualitas. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Stadion Taman Prestasi dan beberapa gedung olahraga lainnya. Karena Popda 2027 masih dua tahun lagi, maka seluruh pekerjaan fisik harus sudah dilaksanakan paling lambat pada 2026.
Baca Juga: Target Pajak MBLB di Bontang Tahun Ini Merosot Drastis
“Anggaran sarana-prasarana itu harus masuk mulai 2026. Tidak bisa mendadak,” tutur dia. Persiapan ini juga dalam rangka terkait PON 2028 di NTB dan NTT. Menurutnya, perencanaan olahraga daerah harus bersifat berkelanjutan dan terintegrasi.
Popda 2027 menjadi sasaran antara, sementara sasaran utamanya adalah pembinaan atlet menuju level nasional. Atlet-atlet terbaik dari kabupaten/kota nantinya akan membawa nama Kalimantan Timur di ajang PON. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki