Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Neni Perintahkan Kadishub Baru Tertibkan Parkir Liar dan Penguatan PJU, Ini Permintaannya

Adhiel kundhara • Selasa, 6 Januari 2026 | 17:49 WIB
PERLU PENGAWASAN: Sejumlah kendaraan yang parkir di kawasan pedestrian tidak diperkenankan oleh Pemkot Bontang.
PERLU PENGAWASAN: Sejumlah kendaraan yang parkir di kawasan pedestrian tidak diperkenankan oleh Pemkot Bontang.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) yang baru dilantik yakni Taupan Kurnia untuk segera melakukan penertiban parkir liar. Khususnya kendaraan yang memanfaatkan pedestrian sebagai tempat parkir.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menata Kota Bontang agar lebih ramah pejalan kaki, tertib, dan berkelanjutan. Neni menekankan pedestrian atau trotoar merupakan hak masyarakat yang tidak boleh dirampas oleh kepentingan parkir kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, ia meminta jajaran Dinas Perhubungan untuk aktif turun ke lapangan dan memastikan tidak ada lagi kendaraan yang parkir di atas trotoar. “Coba keliling. Tidak boleh ada mobil parkir di pedestrian. Itu haknya masyarakat untuk memperoleh haknya jalan kaki,” kata Neni.

Selain penertiban parkir liar, Wali Kota Bontang juga menginstruksikan penguatan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan utama.

Ia menyebutkan, pembangunan pedestrian di beberapa kawasan sudah cukup indah dan representatif, sehingga perlu didukung dengan pencahayaan yang memadai agar aman digunakan, terutama pada malam hari.

“Lampu penerangan jalan utama sudah ada, pedestrian juga sudah cukup indah. Tahun ini dilanjutkan PJU lainnya,” terangnya.

Penguatan PJU direncanakan akan difokuskan pada jalur strategis, salah satunya dari kawasan simpang tiga Bontang Post hingga UD Tani.

Selain itu, Neni juga mendorong penataan utilitas kota dengan mengupayakan kabel-kabel udara ditanam ke dalam tanah demi meningkatkan estetika kota dan faktor keselamatan. “Upayakan kabel ditanam. Kota harus rapi dan nyaman,” ucapnya.

Di sektor transportasi, Neni kembali menegaskan komitmen Pemkot Bontang dalam menyediakan angkutan gratis bagi anak sekolah. Pada tahun ini, pemerintah daerah berencana menambah dua unit armada angkutan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas pelajar.

“Angkutan anak sekolah gratis. Tahun ini kita beli dua unit. Minimal ini bisa mengurangi emisi gas rumah kaca, yang menjadi penyumbang global warming,” tutur dia.

Tak kalah penting, Neni juga mengingatkan agar jembatan di Kota Bontang tidak dijadikan sebagai tempat menunggu angkutan umum. Menurutnya, beban statis yang terlalu lama dapat memberikan tekanan pada struktur jembatan dan berpotensi membahayakan keselamatan.

“Jembatan jangan dijadikan tempat menunggu angkutan. Ada tekanan, sehingga tidak mampu menanggung beban terlalu lama,” tegasnya.

Khusus di kawasan Bontang Kuala, ia menjelaskan bahwa lalu lintas kendaraan telah diatur agar berada di bawah jembatan, sehingga fungsi dan kekuatan struktur jembatan tetap terjaga. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #Neni Moerniaeni #parkir liar