Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dapur SPPG ke-14 di Bontang Diresmikan, Layani Tiga Sekolah di Tahap Awal

Adhiel kundhara • Jumat, 16 Januari 2026 | 16:45 WIB
Dapur MBG Bontang Barat 03 yang berlokasi di sekitar simpang RSUD Taman Husada diresmikan oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
Dapur MBG Bontang Barat 03 yang berlokasi di sekitar simpang RSUD Taman Husada diresmikan oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Satu dapur makan bergizi gratis (MBG) kembali diresmikan. Dapur tersebut berlokasi di Kelurahan Gunung Telihan. Tepatnya di sekitar simpang empat RSUD Taman Husada Bontang. Di Kecamatan Bontang Barat ini merupakan dapur ketiga, namun untuk total di Bontang tercatat nomor 14.

Kepala Regional SPPG Kota Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan nantinya dapur ini akan menyasar tiga sekolah di tahap awal. Mulai dari SD Yabis, SD kreatif Muhammadiyah 2, dan SD YPK. Khusus sekolah terakhir pihaknya masih berkoordinasi dengan sekolah.

“Ini merupakan tahap awal. Karena jumlah penerima masih terbatas kalau baru mulai. Nantinya akan meningkat seiring waktu,” kata Surya.

Salah satu sekolah juga akan ditarik dari dapur lain untuk dipasok dari SPPG Bontang Barat 03 ini yakni SD 004 Bontang Barat. Penarikan ini sebagai langkah pemerataan berdasarkan jarak terdekat antara sekolah dengan dapur.

Ia menyampaikan SPPG yang telah memiliki SK berarti telah lolos seluruh tahapan verifikasi di tingkat pusat. Saat ini, dapur hanya tinggal menunggu tahapan akhir sebelum mulai beroperasi penuh.

“Per hari ini sudah ada sekitar 16 SPPG yang memiliki SK. Artinya sudah lolos verifikasi pusat dan tinggal menunggu tahap running,” ucapnya.

Jika seluruh persiapan berjalan lancar, SPPG Bontang Barat 03 ditargetkan mulai beroperasi pada Januari ini. Dengan demikian, jumlah dapur MBG aktif di Bontang akan bertambah menjadi 14 unit, dengan Bontang Barat memiliki tiga dapur SPPG.

Surya menegaskan, keberadaan SPPG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan efek domino terhadap perekonomian lokal. Setiap satu dapur SPPG membutuhkan 47 tenaga kerja, belum termasuk tiga orang manajemen yang merupakan pegawai Badan Gizi Nasional.

“Di dalamnya ada bagian produksi, persiapan, memasak, distribusi, dan lainnya. Ini membuka lapangan pekerjaan baru,” tutur dia.

Selain itu, bahan baku makanan diharapkan disuplai oleh UMKM lokal, petani, dan peternak, sehingga menciptakan sirkulasi ekonomi dari lapisan terbawah. Ke depan, Bontang ditargetkan memiliki hingga 27 SPPG, yang berarti ribuan tenaga kerja terserap dan kebutuhan pangan lokal meningkat signifikan.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menyampaikan apresiasi atas bertambahnya dapur MBG di Bontang. Ia menyebut, masyarakat sudah lama menanti perluasan program ini.

“Banyak orang tua yang bertanya kapan anak-anak mereka bisa mendapatkan MBG. Anak-anak juga cemburu dengan sekolah lain. Alhamdulillah hari ini bertambah lagi,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa AH ini menegaskan, Pemkot Bontang mendukung penuh program MBG yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, karena sejalan dengan upaya membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (*)

Editor : Ismet Rifani
#program mbg #SPPG 14 Bontang #Surya Dwi Saputra #wawali bontang agus haris