KALTIMPOST.ID, BONTANG- Dinas Kesehatan kembali mengalokasikan anggaran besar untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D atau Taman Sehat. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp46 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bachtiar Mabe mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk melanjutkan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas utama rumah sakit. Pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berupa penyelesaian bangunan, tetapi juga mencakup berbagai item penting penunjang layanan kesehatan.
“Itemnya banyak. Ada pembangunan dan rehabilitasi UGD, kamar operasi, ruang pelayanan, serta kelengkapan fasilitas rumah sakit lainnya. Jadi bukan hanya satu bagian saja,” kata Mabe.
Ia menegaskan anggaran Rp46 miliar tersebut tidak termasuk pembangunan lanjutan area parkir, khususnya rencana parkir bertingkat. Menurutnya, saat ini area parkir yang ada masih dapat dimanfaatkan meski belum sepenuhnya rampung.
Dalam proses pengerjaan, Dinas Kesehatan juga melakukan adendum kontrak. Hal ini dilakukan demi mengutamakan kualitas dan kekuatan bangunan, dibandingkan mengejar jumlah lantai namun berisiko pada struktur.
“Kemarin ada adendum karena kita lebih mengutamakan kualitas bangunan. Daripada dipaksakan tiga lantai tapi bermasalah ke depannya, lebih baik disesuaikan dengan kondisi struktur yang aman,” ucapnya.
Selain RS Tipe D, beberapa unit lain seperti PSC (Public Service Center) dan fasilitas kesehatan pendukung juga masuk dalam satu kawasan dan menjadi bagian dari perencanaan terpadu. Nantinya, kawasan ini akan disiapkan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu yang mendukung operasional RS Tipe D.
“Jadi seperti Labkesda nantinya akan pindah. PSC juga telah berada di Klinik Pegawai. Bangunan yang ada sebelumnya akan direnovasi menjadi satu di RS Taman Sehat,” tutur dia.
Meski demikian, Mabe mengakui bahwa anggaran Rp46 miliar masih disesuaikan dengan hasil perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terakhir. “Semuanya mengikuti RAB dan perencanaan teknis. Kalau ada standar yang harus dipenuhi, pasti akan kita lengkapi,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani