BONTANG - Komitmen Pemkot Bontang untuk terus memperkuat pengawasan dan meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) bekerja secara profesional serta penuh kehati-hatian. Penegasan ini disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyusul penetapan dua pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi perjalanan dinas bimbingan teknis (bimtek).
Neni mengatakan kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak lengah dalam menjalankan tugas, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program.
“Bekerjalah secara profesional dan hati-hati. Pengawasan itu sebenarnya tidak pernah berhenti,” kata Neni.
Menurutnya, Pemkot Bontang selama ini telah memiliki sistem pengawasan internal melalui Inspektorat, yang secara rutin melakukan pembinaan dan pengawasan. Namun, ia mengakui bahwa masih bisa terjadi ketidakhati-hatian dalam pelaksanaannya.
“Inspektorat selalu mengingatkan. Saya juga selalu mengingatkan. Insyaallah ke depan pengawasan akan terus diperkuat,” ucapnya.
Neni juga menyinggung soal pengawasan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang belakangan dinilainya sudah sangat berkurang. Bahkan, tidak semua OPD lagi aktif mengikuti bimtek seperti sebelumnya.
“Kalau sekarang, Bimtek itu sudah sangat berkurang. Mungkin yang masih ada itu di DKUMPP, kemudian sektor nelayan. Tapi jumlahnya jauh sekali berkurangnya,” tutur dia.
Lebih lanjut, ia menerangkan Pemkot Bontang tidak bekerja sendiri dalam menjaga tata kelola keuangan daerah. Saat ini, pemerintah daerah telah memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan kejaksaan dan kepolisian terkait pengamanan keuangan daerah dan pendampingan program-program strategis.
Ia menilai pendampingan tersebut sangat penting agar setiap kebijakan dan kegiatan yang dijalankan OPD tetap berada dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku. Terkait proses hukum yang menjerat dua pejabat Dishub Bontang, Neni berujar Pemkot menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.
Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh ASN agar lebih disiplin, transparan, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. “Intinya saling mengingatkan. Ini jadi pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan