Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pembangunan Saluran Drainase di Jalan Asmawarman Bontang Dikucur Rp 1,3 Miliar

Adhiel kundhara • Selasa, 3 Februari 2026 | 17:44 WIB

PERBAIKAN: Saluran drainase di Jalan Asmawarman, Gunung Telihan bakal direnovasi tahun ini.
PERBAIKAN: Saluran drainase di Jalan Asmawarman, Gunung Telihan bakal direnovasi tahun ini.
 

BONTANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk pembangunan saluran drainase di Jalan Asmawarman. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir dan penataan sistem aliran air di kawasan rawan genangan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRK Bontang Anwar Nurdin mengatakan pembangunan drainase tersebut telah masuk dalam perencanaan teknis dan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kemampuan anggaran yang tersedia.

“Anggaran kurang lebih Rp1,3 miliar. Panjangnya memang belum kami kunci karena masih menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk permintaan crossing atau box culvert,” kata Anwar.

Drainase yang akan dibangun memiliki lebar sekitar 80 sentimeter hingga 1 meter, dengan desain yang telah ditetapkan dan mengacu pada sistem aliran air menuju sungai di sekitar kawasan PLN. Penyesuaian elevasi menjadi perhatian utama agar air tidak meluber ke permukiman warga.

“Lebarnya tetap, desainnya sudah terkunci. Tinggal menyesuaikan ketinggian dan arah aliran air agar tidak menimbulkan dampak baru,” ucapnya.

Anwar menuturkan proyek ini merupakan kelanjutan dari perencanaan lama, termasuk saat peninggian jalan pada 2018. Namun, pelaksanaan fisik sempat tertunda karena mempertimbangkan dampak sosial. Terutama pada bangunan warga dan warung di sepanjang jalur pekerjaan.

“Kami belajar dari pengalaman. Saat jalan ditinggikan, ada rumah warga yang justru kemasukan air karena aliran berubah. Jadi sekarang semua harus dihitung matang,” tutur dia.

Sebelum pekerjaan dimulai, Dinas PUPRK akan melakukan sosialisasi menyeluruh kepada pihak kelurahan dan masyarakat. Langkah ini penting untuk menghindari persoalan klaim lahan yang kerap muncul saat proyek berjalan.

“Kami tidak ingin pekerjaan terhenti karena masalah lahan. Semua harus clear sejak awal, baik secara administrasi maupun sosial,” terangnya.

Pembangunan drainase Jalan Asmawarman diharapkan mampu mengurangi genangan air yang selama ini menjadi keluhan warga, sekaligus mendukung penataan infrastruktur jalan secara berkelanjutan di Kota Bontang.

“Nantinya saluran ini akan diarahkan menuju sungai. Terkait ketinggian saluran drainase menyesuaikan elevasi,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#box culvert #Saluran Drainase #crossing #pengendalian banjir #Dinas PUPRK Bontang