Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Nilai Langsung Kondisi Bontang untuk Keperluan Adipura 2026, Menteri LH Blusukan Naik Motor Trail

Redaksi • Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:46 WIB

Hanif Faisol Nurofiq blusukan ke Kampung Selambai, Loktuan, Bontang menggunakan trail, Sabtu (7/2). (FOTO DWI KURNIAWAN NUGROHO/BONTANG POST)
Hanif Faisol Nurofiq blusukan ke Kampung Selambai, Loktuan, Bontang menggunakan trail, Sabtu (7/2). (FOTO DWI KURNIAWAN NUGROHO/BONTANG POST)
 

BONTANG-Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung sejumlah titik pengelolaan lingkungan di Bontang, Sabtu (7/2).

Dalam kunjungan tersebut, Hanif memilih berkeliling menggunakan sepeda motor trail dan turun langsung ke lapangan tanpa pendampingan resmi dari Pemprov Kaltim maupun Pemkot Bontang.

Langkah itu diambil untuk memastikan penilaian dilakukan secara objektif dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Menteri LH ingin melihat secara langsung bagaimana pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah dan limbah, serta pola hidup masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya ingin melihat sendiri setiap sudut kota dan berbincang langsung dengan masyarakat mengenai pengelolaan sampah di Bontang,” ujar Hanif di sela-sela peninjauan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian lapangan Program Adipura 2026. Sebelumnya, Hanif telah melakukan agenda serupa di Balikpapan.

Bontang menjadi kota berikutnya yang dinilai, mengingat predikatnya sebagai Kota Taman dengan tantangan lingkungan yang khas, terutama di kawasan pesisir dan permukiman padat.

Dari lima lokasi yang diusulkan untuk dikunjungi, keterbatasan waktu membuat Menteri LH hanya menyambangi beberapa titik strategis.

Lokasi tersebut antara lain Pasar Citra Mas Loktuan dan kawasan sekitarnya, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Loktuan, perkampungan di atas air Kampung Selambai, Pasar Taman Rawa Indah, serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari.

Di setiap lokasi, Hanif menaruh perhatian pada kondisi fasilitas umum, kebersihan kawasan, serta sistem pengelolaan sampah yang diterapkan.

Ia juga berdialog dengan warga untuk menggali praktik pengelolaan lingkungan yang berjalan di tingkat komunitas.

Penilaian Adipura di Bontang diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh terkait keberlanjutan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Selain itu, kunjungan ini menjadi evaluasi terhadap konsistensi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Setelah menyelesaikan agenda di Bontang, dia dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Surabaya. “Setelah ini kami akan melanjutkan agenda ke Surabaya,” tutup Hanif. (rd)

Editor : Romdani.
#Menteri LH Hanif Faisol #piala adipura #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #Kota Bontang #Kutai Barat