KALTIMPOST.ID, BONTANG - Upaya menjaga kelancaran drainase dan mencegah genangan terus dilakukan Pemerintah di Kota Bontang.
Melalui Pasukan Bersih Sungai (Panbers), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) kembali melakukan pembersihan dan pengangkatan sedimentasi di sejumlah titik rawan.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo mengatakan kegiatan kali ini difokuskan di samping Pasar Telihan RT 28, Gunung Telihan dan Jalan Tongkol RT 26, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Menurutnya, pembersihan dilakukan karena adanya penumpukan sedimen dan sampah yang menyebabkan saluran air mengalami penyempitan bahkan kebuntuan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.
“Penumpukan sedimen dan sampah ini berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir lokal jika tidak segera ditangani. Karena itu kami turunkan tim Panbers untuk membersihkan saluran,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini
Selain itu, di lokasi samping Pasar Telihan RT 28, petugas menemukan gorong-gorong yang tersumbat akibat lumpur dan sampah. Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan peralatan seperti sekop, cangkul, dan alat pendukung lainnya.
Tim Panbers mengangkat lumpur secara bertahap dari dalam saluran. Material yang berhasil diangkat kemudian dikumpulkan dan diangkut ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.
Pembersihan juga dilakukan di Jalan Tongkol RT 26, Tanjung Laut Indah. Di titik tersebut, sedimentasi lumpur di saluran air terbilang cukup tebal hingga mengurangi kapasitas tampung aliran air. Kondisi ini berpotensi memicu genangan di permukiman sekitar.
“Pembersihan dilakukan agar fungsi drainase kembali optimal dan aliran air tidak terhambat,” ucapnya. Ia menegaskan kegiatan Panbers merupakan program rutin yang terus dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan sistem drainase di Bontang berfungsi maksimal. Terlebih, beberapa wilayah memiliki potensi genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
PUPRK juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan. Peran aktif warga dinilai sangat penting agar hasil pembersihan yang dilakukan petugas dapat bertahan lebih lama.
“Kalau saluran sudah dibersihkan tapi masih ada sampah yang dibuang sembarangan, tentu akan cepat tersumbat kembali. Jadi perlu kerja sama semua pihak,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo