Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Minta Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Samarinda, Antrean di SPBU Jangan Berlarut

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
ANTREAN: Kendaraan mengantre BBM subsidi di salah satu SPBU Kota Samarinda. DPRD meminta Pertamina memastikan pasokan BBM agar antrean panjang segera teratasi. HAFIZ/KP
ANTREAN: Kendaraan mengantre BBM subsidi di salah satu SPBU Kota Samarinda. DPRD meminta Pertamina memastikan pasokan BBM agar antrean panjang segera teratasi. HAFIZ/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Samarinda terus menjadi sorotan. Selain memicu kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat aktivitas masyarakat menjelang meningkatnya mobilitas pada peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah berharap PT Pertamina segera memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk wilayah Samarinda, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan antrean panjang tidak terus terjadi.

"Yang jelas kita berharap pasokan BBM dari Pertamina, khususnya untuk Kota Samarinda, dipenuhi dulu. Karena kalau pasokannya berkurang, pasti masyarakat yang dirugikan," ujarnya, Kamis (23/7).

DPRD akan mendorong Komisi II untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi atas persoalan tersebut. Apalagi, dalam waktu dekat aktivitas masyarakat diperkirakan meningkat seiring peringatan HUT Kemerdekaan RI.

"Nanti mungkin lewat Komisi II kita akan koordinasi sejauh mana langkah ke depannya. Apalagi menjelang Hari Kemerdekaan, kegiatan masyarakat semakin banyak sehingga kebutuhan BBM juga meningkat. Kita berharap kondisi ini segera normal kembali," katanya.

Advertisement

Helmi menilai salah satu penyebab membludaknya antrean adalah beralihnya sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat selisih harga yang semakin lebar.

"Memang masyarakat rela mengantre karena selisih harga BBM subsidi dengan nonsubsidi cukup jauh. Dulu selisih sekitar Rp2 ribuan saja sudah banyak yang mengantre, apalagi sekarang lebih besar lagi," jelasnya.

Meski demikian, Helmi menilai persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah pusat serta kondisi global yang turut memengaruhi distribusi energi.

"Ini kembali lagi menjadi kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, situasi geopolitik seperti di Selat Hormuz juga berpengaruh terhadap pasokan. Mudah-mudahan kondisi itu segera membaik sehingga distribusi BBM kembali normal, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

HAN ke-42 di Samarinda Disorot, Anak Berkebutuhan Khusus Dinilai Minim Dilibatkan

HAN ke-42 di Samarinda Disorot, Anak Berkebutuhan Khusus Dinilai Minim Dilibatkan

Peringatan HAN ke-42 di Samarinda disorot DPRD karena minimnya keterlibatan anak berkebutuhan khusus. Pemenuhan hak diminta lebih inklusif.

Manfaatkan Pemuda Jadi Kurir Sabu, Bandar di Samarinda Sasar Generasi Muda

Manfaatkan Pemuda Jadi Kurir Sabu, Bandar di Samarinda Sasar Generasi Muda

Polda Kaltim tangkap pemuda 21 tahun pengedar sabu di Samarinda. Modus bandar rekrut anak muda kembali terungkap. HB (DPO) kini diburu.

Kasus Hibah KONI Samarinda: Poseng Divonis 2,5 Tahun, Hendra Hukuman Terberat 3 Tahun Penjara

Kasus Hibah KONI Samarinda: Poseng Divonis 2,5 Tahun, Hendra Hukuman Terberat 3 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Samarinda vonis 3 terdakwa korupsi dana hibah KONI Samarinda. Kerugian negara Rp2,1 M, Hendra dihukum terbe

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer