Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Rendam Kelurahan Gunung Elai Bontang, Air Capai Lutut di RT 18, Ini yang Sedang Diupayakan

Adhiel kundhara • Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:32 WIB
PANTAU: Lurah Gunung Elai Sulistyo mendatangi beberapa wilayah yang terdampak banjir. ADIEL KUNDHARA/KP
PANTAU: Lurah Gunung Elai Sulistyo mendatangi beberapa wilayah yang terdampak banjir. ADIEL KUNDHARA/KP

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG–Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Gunung Elai, Bontang, Sabtu (14/2) pagi. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik terdampak.

Lurah Gunung Elai Sulistyo menyampaikan, banjir mulai naik sekitar pukul 06.00 Wita dan hingga kini masih dalam proses pendataan pihak kelurahan. “Yang biasa tidak kebanjiran, sekarang ikut terendam. Jadi belum bisa diprediksi juga,” kata Sulistyo.

Ia menjelaskan, hampir seluruh wilayah terdampak mengalami genangan. Namun, ketinggian air paling tinggi dilaporkan berada di RT 18 serta kawasan Semayang. Di lokasi tersebut, air mencapai lebih dari selutut orang dewasa.

“Paling parah di RT 18. Ketinggian air selutut lebih. Ini baru tadi pagi naik sekitar jam enam,” ucapnya.

Saat ini, pihak kelurahan masih fokus melakukan pendataan warga terdampak serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait penyaluran bantuan. Bantuan logistik, khususnya sembako, sedang diupayakan melalui koordinasi dengan perusahaan sekitar dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM).

“Bantuan masih dikoordinasikan dengan perusahaan-perusahaan dan Dinas Sosial. Sembako dulu yang diprioritaskan, karena perlu penanganan cepat,” tutur dia.

Meski banjir merendam sejumlah rumah warga, hingga siang hari belum ada laporan warga yang mengungsi. Namun, pihak kelurahan telah menyiapkan fasilitas jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Belum ada yang mengungsi sementara. Tapi kelurahan sudah kami siapkan sebagai tempat jika ada warga yang membutuhkan. Kantor kelurahan kami buka,” terangnya.

Kelurahan juga belum membuka dapur umum karena masih menunggu perkembangan situasi dan hasil pendataan di lapangan. Jika kondisi memburuk, langkah penanganan lanjutan akan segera dilakukan. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bontang #banjir #Upaya #Rendam