KALTIMPOST.ID-Banjir kiriman kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Bontang, Sabtu (14/2). Sedikitnya 1.774 kepala keluarga (KK) dengan sekitar 5.837 jiwa terdampak banjir yang meluas di beberapa kelurahan di wilayah tersebut.
Jumlah itu masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung.
Salah satu wilayah terdampak yakni Kelurahan Gunung Elai. Banjir mulai naik sekitar pukul 06.00 Wita dan merendam sejumlah rukun tetangga (RT).
Data sementara mencatat 360 KK atau sekitar 1.126 jiwa terdampak banjir kiriman yang merendam permukiman warga.
Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan ketinggian air di sejumlah titik mencapai lutut orang dewasa, bahkan lebih tinggi di RT 18 dan kawasan Semayang.
“Yang biasanya tidak kebanjiran, sekarang ikut terendam. Jadi belum bisa diprediksi juga,” katanya saat meninjau lokasi.
Kantor kelurahan telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian sementara apabila kondisi memburuk. Bantuan sembako menjadi prioritas utama mengingat kebutuhan mendesak warga terdampak.
Selain Gunung Elai, banjir juga merendam Kelurahan Guntung. Air mulai meluap sejak pukul 03.00 Wita akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu.
Sedikitnya 530 KK terdampak di sejumlah RT, di antaranya RT 16, RT 09, RT 10, RT 06, RT 15, RT 04, RT 13, RT 12 dan RT 17.
Dari data sementara, jumlah warga terdampak mencapai sekitar 1.591 jiwa, belum termasuk beberapa RT yang masih dalam pendataan.
Lurah Guntung Denny Febryan menyebutkan ketinggian air tertinggi terjadi di RT 14 dan RT 16, mencapai pinggang orang dewasa.
“Air mulai meluap sekitar jam 3 subuh. Saat ini kami masih memantau perkembangan di lapangan,” ucapnya.
Baca Juga: Bupati Kubar Ajak Masyarakat Tingkatkan Gotong Royong dan Kembangkan Bank Sampah
Banjir juga meluas ke Kelurahan Api-Api. Data sementara menunjukkan 832 KK atau sekitar 2.671 jiwa terdampak di sedikitnya 19 RT.
Beberapa wilayah bahkan telah mendirikan dapur umum, seperti di RT 37 dan RT 08, untuk memenuhi kebutuhan logistik warga.
Sementara itu, di Kelurahan Gunung Telihan tercatat 230 jiwa terdampak di RT 19, RT 20 dan RT 21. Di Kelurahan Kanaan, banjir merendam tiga RT dengan total 42 KK atau 219 jiwa terdampak. Sedangkan di Kelurahan Satimpo, banjir dilaporkan merendam sedikitnya 10 KK di RT 21.
Hingga saat ini, sebagian wilayah belum mendirikan dapur umum dan masih menunggu perkembangan situasi.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air, terutama jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu.
Pemkot juga memastikan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. (rd)
Editor : Romdani.