KALTIMPOST.ID-Struktur keuangan Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang semakin solid. Per 31 Desember 2024, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp110.826.974.935. Angka ini meningkat dibandingkan posisi 2023 yang sebesar Rp108.344.708.958.
Kantor Akuntan Publik (KAP) Liasata Karo-Karo Surbakti selaku pihak yang melakukan pemeriksaan laporan keuangan menilai peningkatan aset tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas usaha.
“Total aset meningkat, terutama pada aset tetap. Ini menunjukkan adanya penguatan kapasitas produksi dan jaringan layanan,” ungkap perwakilan KAP. Aset lancar perusahaan tercatat Rp23.131.067.142, terdiri atas kas dan setara kas Rp12.880.259.044, piutang usaha Rp7.298.604.142, piutang non-usaha Rp200 juta, serta persediaan Rp2.752.203.956.
Baca Juga: Raup Pendapatan Rp 67 Miliar, Begini Rincian Kinerja Keuangan Perumda Tirta Taman Bontang
Sementara aset tidak lancar berupa aset tetap bersih mencapai Rp87.695.907.793. Peningkatan ini sejalan dengan pengeluaran investasi yang tercermin dalam laporan arus kas. Pada 2024, arus kas dari aktivitas investasi tercatat negatif Rp22.239.069.840 akibat penambahan aset tetap.
Di sisi kewajiban, total liabilitas perusahaan relatif terkendali yakni Rp3.194.456.964, terdiri dari kewajiban lancar Rp673.688.340 dan kewajiban tidak lancar berupa imbalan pascakerja Rp2.520.768.624. Dengan struktur tersebut, total ekuitas perusahaan mencapai Rp107.632.517.971.
“Rasio kewajiban terhadap aset masih sangat rendah. Artinya, struktur permodalan perusahaan cukup sehat dan tidak bertumpu pada utang,” jelasnya. Laporan arus kas juga menunjukkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp18.935.582.107. Meski saldo kas akhir tahun turun menjadi Rp12.880.259.044 akibat belanja investasi, kondisi likuiditas dinilai tetap memadai.
Dengan tujuh unit produksi dan kapasitas terpasang 530 liter per detik serta 34.049 sambungan rumah, Perumda Tirta Taman Bontang dinilai berada pada jalur yang stabil untuk mendukung pelayanan air bersih di Kota Bontang sekaligus menjaga keberlanjutan keuangan perusahaan. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki