KALTIMPOST.ID-Animo calon penumpang untuk melakukan mudik ke kampung halaman jelang Idulfitri melalui Pelabuhan Loktuan sangat tinggi. Terbukti tiket di dua jadwal keberangkatan kapal milik PT Pelni telah ludes.
Salah satu penumpang Ani, Warga Tanjung Laut pun mengaku kebingungan. Pasalnya ketika hendak menuju loket resmi ternyata kuotanya sudah penuh. Ia pun melakukan pengecekan pembelian melalui situs Pelni, situasinya sama.
“Bingung ini mau bagaimana karena bisanya untuk berangkat menuju Sulawesi di tanggal itu. Tetapi sudah habis informasinya,” kata Ani.
Ia pun berharap ada kebijakan dari Pelni untuk mengeluarkan dispensasi tiket. Mengingat memang jumlah calon penumpang yang akan bertolak di dua keberangkatan itu sangat tinggi. “Sampai saat ini belum ada tanda-tanda ada tiket tambahannya. Tetapi itu sangat dibutuhkan sekali,” ucapnya.
Baca Juga: Izin Usaha Gerai Waralaba Kampung Baru Terbit, DPMPTSP Bontang: Reklame Harus Beres Sebelum Buka!
Diketahui salah satu petugas di Pelabuhan yang enggan disebutkan namanya mengaku tiket telah habis sejak Selasa (24/2/2026) dini hari. Baik itu keberangkatan KM Egon dengan rute pendek di 13 Maret menuju Parepare, maupun untuk keberangkatan 16 Maret menyasar Parepare, Batulicin, Surabaya, Lembar, dan Waingapu.
“Ini kami petugas pun tidak kebagian,” tutur dia. Sementara Manajer Operasional PT Laut Bontang Bersinar (LBB) Jackthin Pamasi mengatakan pihaknya tidak memiliki ranah terkait dengan tiket. Termasuk dengan opsi penambahan selama arus mudik. “Ranahnya ada di Pelni dan KSOP. LBB hanya persiapan fasilitas,” terangnya.
Sebelumnya, PT LBB memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 13 dan 16 Maret. Selain dua tanggal keberangkatan itu, calon penumpang masih bisa mudik di 9 Maret mendatang. Menggunakan KM Binaiya dengan jadwal keberangkatan 15.00 Wita. Rute panjangnya yakni Awerange, Makassar, Labuan Bajo, Bima, Benoa, dan Surabaya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki