BONTANG - Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bontang pada Februari 2026 tercatat 19 kasus. Penanggung Jawab DBD Diskes Bontang Siti Rahimah mengatakan angka ini lebih rendah dibandingkan total kasus di bulan sama pada tahun lalu.
Berdasarkan sebaran wilayah kasus DBD paling tinggi di Tanjung Laut Indah lima kasus. Kemudian Tanjung Laut dan Bontang Lestari dengan tiga kasus. Api-Api, Berbas Pantai, Berebas Tengah, Bontang Baru, Guntung, Gunung Elai, Gunung Telihan, Kanaan masing-masing satu kasus. “Ini jumlah kasus terhitung 1 hingga 28 Februari,” kata Imah.
Diketahui pada Februari 2025 total kasus DBD di Bontang mencapai 24. Angka di bulan lalu merupakan tersedikit dibandingkan lima tahun belakangan pada bulan sama. Angka terbanyak terjadi pada 2019 yakni 92 kasus.
Ia menegaskan kewaspadaan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan harus tetap ditingkatkan. Menurutnya, genangan air yang tidak dikelola dengan baik menjadi tempat ideal bagi nyamuk penyebab DBD untuk berkembang biak.
“Tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk harus segera dibersihkan. Kami terus mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan gerakan 3M Plus secara konsisten,” ucapnya.
Gerakan 3M Plus meliputi menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Selain itu, warga juga dianjurkan menaburkan bubuk abate di bak mandi dan memperhatikan tempat penampungan air lainnya, seperti vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum air.
Imah menuturkan fogging atau pengasapan bukanlah solusi utama dalam pemberantasan DBD. Pasalnya, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa dan tidak menyasar jentik maupun telur nyamuk.
“Fogging itu sifatnya penanganan cepat ketika sudah ada kasus positif. Yang paling efektif tetap pencegahan melalui 3M Plus, karena bisa memutus sumber masalah sejak awal,” tutur dia.
Meski demikian, Diskes memastikan fogging tetap dilakukan secara fokus di wilayah yang ditemukan kasus DBD terkonfirmasi positif. Puskesmas setempat akan langsung bergerak melakukan penyemprotan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi. (*)
Editor : Sukri Sikki