Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bangkit dari Kerugian, PT BME Bontang Cetak Laba Bersih Rp 563 Juta di Tahun Buku 2024

Adhiel kundhara • Senin, 2 Maret 2026 | 18:23 WIB

Meteran jargas milik PT Bontang Migas dan Energi (BME) yang merupakan BUMD bentukan Pemkot Bontang.
Meteran jargas milik PT Bontang Migas dan Energi (BME) yang merupakan BUMD bentukan Pemkot Bontang.

KALTIMPOST.ID-Kinerja keuangan PT Bontang Migas dan Energi (Perseroda) menunjukkan tren positif sepanjang tahun buku 2024. Badan usaha milik daerah (BUMD) Kota Bontang ini berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 563.539.095, berbalik arah dari kerugian Rp 224.965.719 pada 2023.

Berdasarkan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024, pendapatan operasional perusahaan tercatat Rp 19.703.129.808. Sementara beban pokok penjualan mencapai Rp 15.525.220.104, sehingga menghasilkan laba bruto sebesar Rp 4.177.909.704.

Dari sisi beban usaha, total beban operasional dan administrasi berada di angka Rp 3.882.727.440. Dengan demikian, laba usaha tercatat Rp 295.182.264. Tambahan pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp 414.570.776 mendorong laba sebelum pajak menjadi Rp 709.753.040.

Baca Juga: Kas PT BME Merosot Tajam ke Rp 9,16 Miliar, Namun Berhasil Balikkan Rugi Menjadi Laba di 2024

Setelah memperhitungkan pajak kini sebesar Rp 106.213.504 serta pajak tangguhan Rp 40.000.441, laba bersih tahun berjalan ditutup di angka Rp 563.539.095. Ditambah pendapatan komprehensif lain Rp 42.332.284, total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp 605.871.379.

Perbaikan kinerja ini turut berdampak pada posisi ekuitas perusahaan. Dalam laporan perubahan ekuitas, saldo ekuitas per 31 Desember 2024 tercatat Rp 6.926.654.661, naik dibanding posisi akhir 2023 sebesar Rp 6.320.783.283. Modal saham tetap Rp 3.030.235.000, sedangkan saldo laba meningkat menjadi Rp 3.418.353.324.

Perwakilan Kantor Akuntan Publik Sudiyono selaku pihak independen yang melakukan audit menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan fundamental dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Baca Juga: Bonus Petugas Kebersihan Bontang Cair Dua Pekan Sebelum Lebaran, Terima Satu Bulan Gaji

“Kami melihat adanya peningkatan efisiensi beban serta penguatan pendapatan lain-lain yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Secara umum, kinerja 2024 menunjukkan pemulihan yang sehat,” ujar perwakilan KAP Sudiyono.

Ia menambahkan, meskipun pendapatan operasional 2024 lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai Rp 46,23 miliar, struktur biaya yang lebih terkendali menjadi faktor utama perbaikan laba. Pada 2023, total beban usaha tercatat Rp 4,93 miliar sehingga perusahaan mengalami rugi usaha Rp 626,35 juta.

Selain itu, pada 2023 perusahaan juga mencatat dividen tax amnesty 2022 sebesar Rp 500 juta yang memengaruhi saldo ekuitas. Kondisi tersebut tidak terulang pada 2024, sehingga struktur permodalan lebih stabil.

Ia menilai, keberhasilan mencatat laba menjadi momentum penting bagi BUMD energi milik Pemkot Bontang ini untuk memperkuat ekspansi usaha dan meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #jargas #PT Bontang Migas dan Energi