KALTIMPOST.ID-Kondisi Jalan Zamrut, Berebas Tengah, Bontang saat ini sungguh memprihatinkan.
Bekas galian tersaji di tiap beberapa meter, tidak tertutup sempurna. Akibatnya pengendara yang melintas harus pelan-pelan ketika di dekat bekas galian.
Namun, kondisi ini dipastikan tidak berlangsung lama. Pasalnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) akan melakukan rekonstruksi infrastruktur tersebut.
Kabid Bina Marga Dinas PUPRK, Anwar Nurdin mengatakan, sebelumnya warga telah mengusulkan di musrenbang.
“Di Jalan Zamrut itu ada pekerjaan drainase dan aspal. Itu memang usulan warga lewat musrenbang,” kata Anwar.
Pemkot Bontang pun mengucurkan anggaran senilai Rp1,3 miliar untuk perbaikan infrastruktur ini.
Seluruh tahapan pengadaan mengacu pada sistem e-purchasing atau e-katalog sesuai regulasi pemerintah.
Dengan sistem tersebut, proses dinilai lebih transparan dan terbuka bagi penyedia dari seluruh Indonesia.
“Kalau sesuai arahan, pemilihan penyedia lewat e-katalog. Itu lebih transparan. Tapi tetap kita perhatikan kesiapan teknis dan kemampuan pelaksana,” ucapnya.
Proses e-katalog akan dimulai April. Ia berharap dengan perencanaan matang dan perhitungan risiko cuaca, seluruh proyek infrastruktur tahun ini bisa rampung maksimal November.
“Target kita November selesai. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan tidak ada kendala besar di lapangan,” tutur dia.
Berdasarkan di sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) pengerjaan perbaikan jalan berupa pemberian lapisan penyusun asphalt Concrete - binder course (AC-BC) dengan tebal 4 sentimeter.
Kemudian asphalt concrete - wearing course (AC-WC) tebal empat sentimeter, serta lapisan fondasi atas dengan ketebalan 30 sentimeter.
Sementara untuk drainase, Anwar menyebut konstruksi di lokasi itu sudah lama. Alhasil di beberapa titik elevasinya sudah tidak sesuai.
“Air ada yang berhenti atau tidak mengalir ke area hulu. Kalau dibiarkan bisa meluber nantinya,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.