Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Teror Buaya di Bontang Makin Mengerikan, Ada 25 Laporan Kemunculan Buaya Sepanjang 2025

Adhiel kundhara • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:10 WIB

ANTISIPASI: Pemkot Bontang berkoordinasi dengan instansi terkait penanganan satwa liar, baik buaya maupun ular yang masuk ke permukiman warga.
ANTISIPASI: Pemkot Bontang berkoordinasi dengan instansi terkait penanganan satwa liar, baik buaya maupun ular yang masuk ke permukiman warga.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan hewan liar, khususnya buaya dan ular di kawasan permukiman warga.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkapkan sepanjang 2025 terdapat sedikitnya 25 laporan kemunculan buaya yang diterima dari masyarakat. “Masalah buaya ini cukup serius. Tahun 2025 ada 25 laporan dari masyarakat,” kata Neni.

Menurutnya, jika dihitung rata-rata, laporan tersebut berarti terjadi sekitar dua kasus kemunculan buaya setiap bulan. Satwa tersebut umumnya muncul di kawasan muara sungai atau daerah perairan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Neni menjelaskan jenis buaya yang banyak ditemukan di wilayah Bontang merupakan buaya muara yang merupakan reptil karnivora. “Buaya ini bisa hidup di darat dan di muara. Tapi tidak tahan di laut,” ucapnya.

Karena itu, pemerintah menilai perlu adanya penanganan khusus agar kemunculan buaya tidak membahayakan masyarakat. Pemkot Bontang bahkan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam serta instansi terkait untuk membantu penanganan satwa tersebut.

“Kita akan menyurati instansi terkait untuk penanganannya,” tutur dia. Selain buaya, laporan kemunculan ular juga meningkat di beberapa wilayah.

Menurut Neni, laporan warga bahkan bisa mencapai tiga kejadian per hari. “Kalau ular hampir setiap hari ada laporan. Bahkan bisa tiga kali sehari,” terangnya.

Kemunculan satwa liar tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di kawasan yang dekat dengan area hutan maupun sungai.

Pemkot Bontang pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta segera melapor jika menemukan satwa liar di lingkungan mereka. “Ini harus kita tangani bersama supaya tidak membahayakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #permukiman warga #hewan liar #buaya #Kemunculan